Ketik disini

Headline Selong

12 Desa di Jerowaru Kekeringan

Bagikan

SELONG-Kondisi kekeringan di wilayah selatan Lombok Timur (Lotim) kian parah. Masyarakat semakin kesulitan memenuhi kebutuhan air bersihnya. Ini terjadi hampir setiap tahun tanpa ada solusi nyata dari pemerintah daerah. Untuk itu, warga berharap pemangku kebijakan memiliki inisiatif memikirkan kebijakan yang bisa menghilangkan dahaga mereka secara permanen.

a�?Semakin parah sekarang mas (Kekeringan, Red),a�? kata Kepala Desa Pare Mas Sahman.

Di satu sisi, kondisi ekonomi masyarakat semakin terbatas untuk membeli air bersih dari Lingkoq Tutuq. Padahal, membeli adalah satu-satunya cara masyarakat untuk menutupi kebutuhan mereka akan air bersih. Sehingga, untuk jangka pendek, Sahman berharap pemerintah melalui BPBD Lotim bisa segera rutin menyalurkan air bersih. a�?Kapan janji pemerintah untuk menyalurkan air bersih lewat pipa PDAM itu bisa terealisasi?a�? tanya Sahman.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”85″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Senada dengan itu, Camat Jerowaru Ahmad Zulkifli mengungkapkan kekeringan saat ini sudah terjadi 12 desa sejak beberapa bulan lalu. Total sekitar 360 titik lebih yang mengalami kekeringan. Kekeringan ini hampir menyelimuti setiap dusun.

A�a�?Ada satu desa yang mengalami kekeringan sepanjang masa. Yakni di Dusun Saung Desa Wakan,a�? beber Camat.

Dimana, warga di dusun ini tidak memiliki sumur karena lokasinya yang dekat dengan pesisir.A� Warga hanya mengambil air di DAM Songkok yang cukup jauh dari lokasi tempat tinggal mereka. Sehingga, ini yang membuat Zulkifli mengaku bahwa kondisi ini sangat meprihatinkan.

Muncul inisiatif dari Camat Jerowaru bekerjasama dengan Yayasan Masyarakat Peduli (YMP) untuk membantu warga menyalurkan air bersih dari DAM Songkok ke tempat tinggal mereka. a�?InsyaAllah itu dilaunching 17 Desember mendatang,a�? cetusnya.

Tak mau menunggu pemerintah yang lamaban, tahun 2018 mendatang rencananya ada tiga desa yang juga akan mendapat bantuan penyaluran air bersih. Yakni Desa Pemongkong, Ekas dan Kuang Rundun. a�?Kalau itu kabarnya tahun 2018,a�? ujarnya.

Untuk mengatasi kekeringan di wilayahnya, Zulkifli mengaku sudah bersurat ke pihak BPBD Lotim sekitar empat hari yang lalu. Memberikan informasi lokasi titik kekeringan agar pihak BPBD Lotim bisa segera menyalurkan bangtuan air bersih kepada masyarakat. a�?Tapi kami bantuan air bersih seperti itu (menggunakan mobil tangki, Red) tidak menyelesaikan masalah. Coba biaya itu digunakan untuk membangun infrastruktur yang bisa membantu warga bisa menikmati air bersih secara permanen,a�? harapnya. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka