Ketik disini

Selong

Dinilai Erotis, Pemda Diminta Tindak Ale-ale dan Kecimol

Bagikan

SELONG-Perkembangan zaman banyak membawa pergeseran banyak pergeseran dalam kehidupan.A� Sejumlah hiburan A�baru muncul di tengah masyarakat membuat resah. Misalnya saja kelompok musik dan tari Ale-ale dan Kecimol. Sejumlah pihak kini melayangkan protes terkait kesenian tersebut yang daianggap meresahkan.

A�a�?Kesenian ini terlalu erotis. Apalagi ketika kami melihat yang menari itu anak-anak usia pelajar bersama penari Ale-ale dan kecimol,a�? ungkap Agus Salim, salah seorang tokoh masyarakat di Desa Suela.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”85″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Disayangkan kesenian yang harusnya memberi nilai postif kepada generasi usia remaja justru mempertontonkan hal-hal A�negatif. Mereka dicekoki oleh budaya yang entah dari mana datangnya.

a�?Kami mohonlah ada yang tanggap dengan hal ini. Khususnya pemerintah. Jangan biarkan budaya yang nggak jelas ini berkembang,a�? ujar pria tersebut kepada Lombok Post.

Selain dinilai merusak moral, atraksi Ale-ale tak jarang juga memicu terjadinya aksi perkelahian antar warga. A�Hal ini kerap dipicu minuman keras yang dikonsumsi warga dalam setiap pagelaran tersebut.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan HL Suandi mengungkapkan fenomena ale-ale terjadi A�akibat pengaruh budaya luar. a�?Saya kira itu bukan kebudayaan, karena budaya kita sesungguhnya sangat luhur,a�? ucapnya.

Tidak ada Budaya Sasak yang menurutnya secara langsung bertentangan dengan agama. Sehingga ia menolak menganggap kesenian seperti itu sebagai budaya. Lantas, apa yang akan dilakukan ketika ini sudah terjadi di masyarakat seperti Ale-ale dan Kecimol?

A�a�?Kalau saya melihat itu secara pribadi mereka meniru kehidupan modern yang ditransfer dalam sifatnya tradisional. Tapi itu bukan budaya dan saya berharap masyarakat bisa menyaring hal seperti itu,a�? pintanya.

Yang paling efektif masyarakat diminta tidak usah menggunakan atau mengadakan acara tersebut. Jika memang hal itu dinilai tidak memberikan pendidikan ataupun hiburan yang baik. a�?Nggak usah nanggep lah hal-hal yang seperti itu. Kalau masyarakat nggak ada yang nanggep otomatis dia akan hilang sendiri,a�? pungkasnya. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka