Ketik disini

Bima - Dompu

Cuaca Buruk, Penyeberangan Sape – Sumba Ditutup

Bagikan

BIMA – Gelombang tinggi disertai angin kencang memaksa sejumlah kapal yang melayani penyeberangan Sape, Bima a�� Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak beroperasi. Akibat penutupan itu, puluhan truk barang tertahan di Pelabuhan Sape. Tidak sedikit barang bawaan seperti sembako dan buah-buahan membusuk akibat terlalu lama menunggu.

a�?Mau bagaimana lagi, kami hanya bisa menunggu,a�? ujar Kusnaini, sopir truk saat ditemui Radar Tambora (Lombok Post Group) di Pelabuhan Sape, Minggu (30/7).

Dia mengaku sudah mulai risau. Karena barang bawaannya terancam membusuk. Dia juga mengaku terpaksa mengeluarkan biaya lebih untuk keperluan makan dan minum selama tertahan di area pelabuhan.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”579″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Ini risiko jadi sopir. Kalau cuaca buruk seperti ini biaya makam ditanggung sendiri,a�? keluhnya.

Hal senada juga disampaikan Julfandi, sopir truk asal Jawa Tengah. Dia sudah seminggu berada di Pelabuhan Sape. Ia mengaku terpaksa harus mengeluarkan uang pribadi untuk biaya keperluan sehari-hari.

Ia tidak tahu sampai kapan mereka harus tertahan di Pelabuhan Sape. Dari laporan pihak ASDP dan Syahbandar, kapal belum berani melaut karena gelombang tinggi.

a�?Ini selalu berulang setiap tahun. Malah ini lebih parah dari tahun sebelumnya,a�? ungkapnya.

Plt Kepala Syahbandar Sape Iskandar Muda mengatakan, pihaknya terpaksa menutup penyeberangan karena cuaca ekstrem. Sesuai informasi BMKG Bima, ketinggian gelombang di perairan Sumba mencapai tiga meter.

a�?Penyeberangan Sape – Sumba terpaksa kita tutup sementara. Ini demi keselamatan nyawa penumpang,a�? tegasnya.

Menurut Iskandar, pihaknya belum dapat memastikan kapan penyeberangan dibuka kembali. Karena, berdasarkan data BMKG cuaca ekstrem masih akan mengancam perairan NTT hingga tiga hari ke depan.

a�?Kalau berdasarkan prakiraan BMKG, gelombang laut perairan Sumba mulai 28 Juli hingga 3 Agustus berada di ketinggian 3 sampai 5 meter. Pastinya penyeberangan belum bisa kita buka,a�? katanya.

Dia menjelaskan, penutupan penyeberangan Sape – Sumba terhitung sejak 1 Juli lalu. Penyeberangan sempat dibuka pada 20 hingga 23 Juli, namu ditutup kembali mengingat cuaca masih ekstrem.

a�?Intinya kami tergantung dari BMKG. Kalau gelombangnya di bawah dua meter, maka penyeberangan akan kami buka,a�? ujarnya.

Iskandar mengakui, penutupan penyebrangan ke Sumba saat ini lebih lama jika dibandingkan dengan tahun a�� tahun sebelumnya. Menurutnya, penutupan pelabuhan penyeberangan biasanya paling lama satu minggu.

a�?Untuk penyeberangan Sape – Labuan Bajo sampai saat ini lancar, tidak ada kendala,a�? pungkasnya. (jw/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka