Ketik disini

Headline Tanjung

Empat SKPD Ini Harus Kerja Ekstra

Bagikan

TANJUNG-Pemkab Lombok Utara berencana menaikan target pendapatan asli daerah (PAD) di APBDP Perubahan (APBD-P) 2017 mendatang. Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar menargetkan kenaikan PAD sebesar Rp 15 miliar dari Rp 135 miliar menjadi Rp 150 miliar.

Menurut Najmul, kenaikan target PAD ini bisa dipenuhi. Karena dia melihat saat ini sektor pariwisata yang menjadi penyumbang PAD terbesar masih belum digarap maksimal. a�?Pungutan di sektor pariwisata belum efektif,a�? katanya.

Saat ini diakui, pungutan yang belum efektif tersebut disebabkan belum tuntasnya beberapa persoalan di perhotelan. Salah satunya terkait administratif sehingga hotel tidak bisa menyetorkan pajak ke pemkab. Selain itu, yang masih bisa dimaksimalkan dan belum digarap yakni pungutan pajak restoran di Gili Trawangan.

Najmul optimis target PAD ini bisa dicapai. a�?SKPD juga harus bergerak cepat dan kami juga saling motivasi,a�? katanya.

Potensi PAD Lombok Utara terbesar dari sektor pariwisata khususnya dari pajak. Untuk itu, sektor pajak yang dikelola Bapenda tersebut akan digenjot untuk memenuhi target PAD tersebut.

Sementara itu, Kepala Bapenda Lombok Utara Zulfadli pada Lombok Post menjelaskan, pajak daerah yang menjadi sumber PAD ada 11 jenis. Pada APBD 2017 target pajak daerah sebesar Rp 71 miliar lebih. Hingga bulan ini sudah terealisasi Rp 36 miliar lebih atau 50,49 persen.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”94″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

a�?Sudah setengah dari target dan kami optimis ini bisa terealisasi termasuk tambahan target PAD nanti,a�? katanya.

Sumber penerimaan dari pajak daerah yang diatur dalam UU Nomor 28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah terdiri dari, pajak hotel, restoran, hiburan,reklame, penerangan jalan, parkir, air tanah, sarang burung walet, mineral bukan logam dan batuan (MBLB), pajak, pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan (PBB-P2), dan pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHATB). a�?Yang paling besar itu dari pajak hotel,a�? katanya.

Dari data di Bapenda, pajak hotel ditargetkan Rp 29 miliar lebih dan sudah terealisasi Rp 17 miliar lebih (57,20 persen). a�?Sekarang wajib pajak khususnya pengusaha hotel ini sudah semakin sadar membayar walaupun ada satu dua yang harus diingatkan terus tetapi mereka tetap bayar pajak,a�? katanya.

Terkait kenaikan target PAD dalam APBD-P 2017 nanti, ada empat OPD yang harus bekerja ekstra untuk memenuhi kenaikan Rp 15 miliar tersebut. Diantaranya, Bapenda ditargetkan Rp 13 miliar lebih dan sisanya Disbudpar, Dishublutkan, serta Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan PTSP.

Terpisah, Ketua Komisi II DPRD Lombok Utara Tusen Lasima mengingatkan, pemda untuk bekerja ekstra untuk memenuhi target PAD 2017. Apalagi dalam APBD-P mendatang target PAD akan ditingkatkan menjadi Rp 150 miliar. a�?Saya lihat dari pajak ini akan menyumbangkan PAD besar,a�? katanya.

Namun jika target PAD ini tidak bisa dipenuhi, maka kepala daerah harus mengevaluasi kepada SKPD teknis yang bekerja di lapangan. Apalagi APBD yang digelontorkan untuk SKPD ini cukup besar. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka