Ketik disini

Kriminal

Empat Kali Masuk Bui, Roman Spesialis Pembobol Rumah Kosong Berulah Lagi

Bagikan

MATARAM-Roman, warga Lingkungan Karang Kemong, Kelurahan Cakra Barat, Kota Mataram kembali berurusan dengan polisi. Pria 32 tahun ini ditangkap tim opsnal Polsek Cakranegara, karena diduga melakukan pencurian dengan pemberatan (curat) pada Jumat (28/7) lalu.

Tertangkapnya Roman menambah panjang catatan kejahatannya. Sebelum tertangkap pada Senin (31/7) oleh polisi, ia A�telah empat kali keluar masuk penjara. Dia juga telah melakukan pencurian sedikitnya enam kali. Tersebar di Kota Mataram, Lombok Barat, hingga Bali.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

a�?Empat kali sudah di penjara,a�? aku A�Roman A�saat ekpose penangkapannya di Polsek Cakranegara, kemarin (2/8).

Roman, A�mengaku terakhir kali dia berurusan dengan polisi dan penjara saat melakukan pembobolan kamar di sebuah hotel di Bali. Aksi pencuriannya saat itu dilakukan bersama kawannya A�2015 silam.

Dari aksinya, Roman A�berhasil membawa kabur kamera DSLR, uang USD 5 ribu, dan emas seberat 15 gram. Total kerugian korban, yang saat itu merupakan warga negara asing, mencapai Rp 70 juta lebih.

a�?Uangnya saya bagi tiga dengan kawan lainnya,a�? akunya.

Ketika tertangkap polisi, Roman A�sempat menjalani hukuman penjara di Bali selama setahun dua bulan. Usai keluar dari penjara, dia memilih untuk pulang kampung ke Lombok.

Penjara, rupanya tidak membuat dia jera. Roman A�kembali beraksi. Kali ini dia menyasar sebuah rumah di BTN Sweta milik Sri Rahma. Setelah melakukan pengintaian selama kurang lebih dua hari, Roman A�menjalankan aksinya sekitar pukul 11.00 Wita, Jumat (28/7).

Rumah korban yang kosong membuat pelaku leluasa dalam beraksi. Hasilnya, Roman A�berhasil membawa kabur satu unit televisi, satu komputer jinjing, dan uang sebanyak Rp 200 ribu.

Selama beraksi, Roman A�selalu melakukan pencurian dengan hati-hati. Dia mengawasi kondisi lingkungan rumah incarannya. Selain itu, keamanan rumah berupa terali jendela hingga kamera pemantau (CCTV) turut menjadi pertimbangan pelaku dalam beraksi.

Termasuk pada aksinya yang terakhir. Roman menyadari jika rumah korban terdapat CCTV. Karena itu, dia berupaya memutar arah CCTV untuk menghadap tembok, sehingga aksinya tidak terekam.

Rupanya, aksi pelaku saat memutar CCTV menjadi bukti polisi sebelum menangkapnya. Kata Kanitreskrim Polsek Cakranegara Iptu Gusti Lanang Mahardika, saat siasat itu dijalankan kamera CCTV sempat merekam sabuk dan wajah pelaku yang saat itu berambut gondrong.

Berbekal rekaman itu, polisi melakukan penyelidikan. Hanya butuh waktu tiga hari, Roman berhasil dibekuk di kediamannya sekitar pukul 20.00 Wita, Senin (31/7).

a�?Saat kita tangkap rambutnya sudah dipotong. Rupanya dia sadar sudah terekam, makanya rambutnya dipotong untuk mengelabui petugas,a�? kata dia.

Gusti Lanang mengatakan, laporan perbuatan pelaku tercatat sebanyak dua kali di Polsek Cakranegara dan tiga kali di Polres Mataram. Roman merupakan spesialis pembobol rumah kosong yang beraksi sendiri dan memiliki jaringan antar pulau.

a�?Sudah lebih dari lima kali beraksi, termasuk yang di Bali itu,a�? ujarnya.

Atas perbuatannya, Roman bisa dituntut tujuh tahun penjara berdasarkan Pasal 365 KUHP.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka