Ketik disini

Giri Menang

WASPADA !!! Hujan Sporadik Masih Akan Terjadi

Bagikan

GIRI MENANG-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas I Lobar, NTB memperkirakan musim kemarau telah kembali normal. Meski demikian, kemarau ini masih disertai dengan hujan sporadik di titik tak menentu.

a�?Waspadai hujan sporadik,a�? kata Prakirawan BMKG Anas Baehaqi, kemarin (2/8).

Kondisi ini terjadi karena adanya fenomena Eddy. Fenomena ini menyebabkan curah hujan tinggi di bulan Juni dan awal Juli mulai melambat.

a�?Fenomena Eddy ini terjadi karena angin timuran Australia menuju daratan Cina melambat di Indonesia. Tepatnya di titik wilayah Kalimantan, Pulau Jawa, dan NTB,a�? ungkap Anas.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”86″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Sirkulasi fenomena Eddy ini membentuk terjadinya pertemuan massa udara atau perputaran angin tertutup. a�?Sehingga di wilayah ini kita alami hujan,a�? imbuhnya.

Meski demikian, fenomena Eddy itu sudah mulai melemah. Dan NTB, khususnya Lobar sudah kembali normal. Dan kini mengalami musim kemarau. Walau masih disertai dengan hujan sporadik tersebut.

Perlu diperhatikan juga, peralihan cuaca di Lobar dimana bulan November-Desember mendatang akan menerima lebih awal musim hujan. Dimana curah hujannya akan diterima lebih tinggi dibandingkan wilayah lain. a�?Lombok Barat dan Lombok Tengah lebih cepat masuk musim hujan,a�? tambahnya.

Melihat perkiraan cuaca ini, kata dia, dapat digunakan petani-petani pada sektor tertentu. Walau sebagian besar banyak petani, khususnya petani garam mengharapkan musim kemarau. Tetapi ada pula sebagian petani lain justru mengharapkan hujan, seperti petani padi.

a�?Iklim ini ada untung ruginya di masing-masing sektor,a�? ucap Anas.

Selain itu, BMKG juga ingin meluruskan adanya anggapan masyarakat selama ini mengenai kemarau yang tak ada hujan sama sekali adalah salah. Contohnya, Lobar meski masih musim kemarau namun disertai juga dengan hujan sporadik.

Dijelaskan, musim kemarau atau hujan ditentukan oleh ambang batas curah hujan. Jika curah hujan berada atau melebihi ambang batas 50 liter per meter persegi luas lahan, dengan melihat rentan waktu sepuluh hingga 30 hari maka disebut musim hujan. Sedangkan kemarau, curah hujan di bawah ambang batas 50 liter per satu meter persegi luas lahan.

a�?Musim kemarau tidak mesti kering terus menerus,a�? tandasnya. (ewi/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka