Ketik disini

Headline Praya

Ada Pungli di TWA Gunung Tunak

Bagikan

PRAYA-Sejumlah Taman Wisata Alam (TWA) di wilayah selatan Lombok Tengah (Loteng)A� dalam kondisi kritis. Perambahan hutan secara membabibuta membuatnya gundul dan tandus. Sebagian warga pun, melakukan alih fungsi hutan, hingga mengklaim lahan hutan. Jikapun ada yang masih dalam kondisi relatif baik hanyaA� TWA Gunung Tunak di Desa Mertak, Pujut.

a�?Hanya satu TWA itu yang aman. Yang lain, memprihatinkan,a�? kata Kabag Humas dan Protokol Setda Loteng HL Herdan pada Lombok Post, kemarin (4/8).

Atas dasar itulah, kata Herdan Pemkab bersama Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Wilayah Lombok dan provinsi, akan melaksanakan peringatan hari konservasi nasional, Minggu (6/8) besok di TWA gunung Tunak. Kegiatannya berupa, penanaman bibit pohon dan pelepasan tukik atau anak penyu.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”105″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Sementara di tempat lain, menurut Herdan sulit dilakukan reboisasi hutan. Penyebabnya, karena faktor alam dan manusia. Jumlah TWA di Gumi Tatas Tuhu Trasna sendiri, ada tujuh. Yang kondisinya memprihatinkan enam yaitu, TWA Gunung Pengolong, Gunung Prabu Meregejek, Gelapak, Terawas dan TWA Gunung Meresek.

a�?Alhamdulillah, kalau TWA Gunung Tunak masih asri. Hanya saja, ada masalah kecil lagi di tempat itu,a�? sesalnya.

Masalahnya, beber Herdan sejumlah wisatawan mengeluhkan tiket masuk ke TWA yang dimaksud. Di tempat itu, ada empat pos yang harus dilalui, masing-masing memasang tarif Rp 5 ribu per orang. Belum lagi biaya parkir. a�?Kami minta, aparatur pemerintah desa setempat mengatasinya,a�? seru Herdan.

Karena, tambah Herdan sudah beberapa kali Pemkab, melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Loteng melayangkan peringatan, hingga tindakan. Namun, warga tidak mengindahkannya. a�?Jangan sampai, persoalan itu membuat wisatawan kapok datang lagi,a�? sesalnya.

Japar Sidik, merupakan satu dari sekian banyak wisatawan lokal, yang pernah ke objek wisata TWA Gunung Tunak mengeluhkan hal serupa. a�?Masak kita bayar tiket masuk tiga kali,a�? keluh staf Humas dan Protokol Loteng tersebut.

Alasan penarikan tiket, kata Japar karena wisatawan yang dimaksud, melewati lahan mereka. a�?Untuk tiket masuk saja sudah Rp 15 ribu. Sementara, parkir Rp 10 ribu,a�? keluhnya lagi.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka