Ketik disini

Headline Sumbawa

Kades Poto Digerebek Selingkuh Bersama Istri Orang

Bagikan

SUMBAWA– Kepala Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Hz digerebek berduaan di dalam hotel di Labuhan Badas bersama SA, 31 tahun. Dalam penggerebekan Rabu malam (2/8) itu, ikut juga ZA, 29 tahun, yang merupakan suami SA.

Menurut pengakuan ZA, sebelumnya sekitar pukul 20.00 Wita, dia berada di depan Kantor BNI Cabang Sumbawa. Secara tak sengaja melintas mobil dengan nomor polisi DR 1702 DZ yang sangat dikenalinya. Mobil tersebut dikemudikan HZ bersama SA.

”Waktu melintas kebetulan kaca mobilnya tidak tertutup. Saya lihat Hz bersama wanita berjilbab di sampingnya. Setelah saya perhatikan ternyata itu benar SA,” ujar ZA kepada wartawan.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”87″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Melihat hal ini, tentu saja dia langsung terkejut. Wanita yang telah dinikahinya beberapa tahun lalu dan kini dikaruniai seorang anak berumur 4 tahun itu Bersama laki-laki lain. Sebelumnya dia memang mendengar informasi terkait perselingkuhan istrinya. Namun dugaan itu belum terbukti.

ZA kemudian memutuskan untuk membuntuti mobil itu dari belakang. Mobil tersebut berhenti kemudian berhenti di depan RSUD Sumbawa. SA kemudian turun dari mobil membawa buntelan berisi bantal. ZA menduga bahwa keluarga istrinya yang sakit. Sedangkan Hz tetap menunggu di dalam mobil.

Setelah hampir setengah jam, SA keluar dari rumah sakit dan kembali naik mobil dan meluncur ke arah barat. ZA terus mengikutinya hingga akhirnya mobil yang ditumpangi istrinya itu masuk ke Hotel TS di wilayah Labuhan Badas. ZA berhenti dan langsung menghubungi kenalannya yang kebetulan anggota Kodim 1607 Sumbawa untuk datang.

Tidak lama, muncul anggota TNI yang dihubungi ZA itu. Keduanya kemudian masuk ke hotel menemui resepsionis. Awalnya petugas hotel enggan mengizinkan ZA melabrak kamar tempat kades dan istrinya. Setelah membuat kesepakatan tidak menimbulkan keributan, dia bersama anggota TNI dan dua petugas hotel menuju kamar 204.

Dari luar, A�terlihat kamar 204 dalam kondisi gelap. Cukup lama pintu digedor resepsionis namun belum ada respons. Saat pintu terbuka, terlihat SA dalam kondisi tak berbusana kabur masuk kamar mandi. Sementara Hz terburu-buru mengancingi bajunya. Tidak hanya itu, pakaian dalam SA juga terlihat disembunyikan di balik kemeja yang dikenakan Hz.

ZA mengaku jika sebulan ini hubungannya dengan sang istri cukup renggang. Hal ini setelah dia memasukkan gugatan perceraian dengan dalih istrinya berselingkuh. Dalam proses tersebut, istrinya enggan bercerai karena tuduhan perselingkungan itu tidak diperkuat bukti. Namun istrinya bersedia cerai asal ZA menyiapkan uang senilai Rp 30 juta.

Karena tidak sanggup dengan permintaan tersebut, proses perceraian ini menjadi alot. Rencana puncak perceraiannya akan diputuskan majelis hakim dengan membacakan ikrar talaq pada 10 Agustus mendatang.

”Penggerebekan ini ada hikmahnya, karena bukti ini akan menjadi alasan gugatan perceraian yang saya ajukan. Sekaligus menguatkan tuduhan yang selama ini dibantah istri saya,” tegasnya.

ZA mengaku tidak akan memaafkan pasangan selingkuh tersebut. Dia memilih penyelesaikan melalui jalur hukum dengan resmi melaporkannya ke Polres Sumbawa.

Secara terpisah, Hz yang diwawancarai mengaku memiliki hubungan asmara dengan SA. Hubungan ini sudah berlangsung sejak dua bulan lalu. Hubungan terlarang itu terjadi karena SA mengaku kepadanya telah resmi bercerai dari suaminya, ZA.

”Saya mau karena dia sudah bercerai. Saya tidak tahu kalau masih berproses,” akunya.

Sebelum penggerebekan itu, Hz mengaku tidak merencanakan pertemuan dengan SA. Sebelumnya dia berangkat dari rumahnya ke Sumbawa untuk olahraga.Dokter menganjurkannya melakukan kegiatan fitness karena otot dan tulang lengannya bermasalah.

Setelah fitness, dia meluncur ke kompleks Stadion Pragas untuk menyantap gado-gado. Selanjutnya dia beranjak menggunakan mobilnya melintas di depan sebuah salon yang dikelola SA. Dia berhenti karena melihat SA mengangkat buntelan berisi bantal dan barang lainnya. Ternyata SA hendak ke RSUD Sumbawa karena ada keluarganya yang dirawat.

Tanpa pikir panjang Hz bersedia mengantar SA ke rumah sakit. Mengingat, keduanya berasal dari Desa Poto. Usai dari rumah sakit, keduanya hanya berniat jalan-jalan keliling Kota Sumbawa. Entah mengapa keduanya menuju hotel, hingga akhirnya digrebek. Padahal dia bersama SA belum terlalu lama berada di dalam kamar. Saking kagetnya dia mengaku lupa apakah sudah sempat berhubungan badan atau tidak. Ia berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Sumbawa AKP Elyas Ericson mengatakan, pihaknya telah menerima laporan SA. Dalam kasus ini, keduanya diancam dijerat menggunakan pasal 284 KUHP tentang perzinahan.

”Perkara ini adalah perkara delik aduan. Dalam hal ini suami SA menginginkan agar perkara ini terus dilanjutkan,” terangnya.

A�Dipaparkan, pihaknya sudah melakukan pengecekan ke Pengadilan Agama Sumbawa. Ternyata, belum ada putusan resmi perceraian antara ZA dan SA. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan visum terhadap terlapor SA. Hal ini dilakukan guna pembuktian secara medis dan yuridis. Sementara ini, Hz dan SA masih diamankan di Polres Sumbawa guna pengembangan lebih lanjut. (run/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka