Ketik disini

Bima - Dompu Headline

Krisis Garam Makin Parah

Bagikan

DOMPU – Krisis garam halus maupun garam kristal semakin parah. Selain harga tinggi, terjadi kelangkaan di masyarakat.

Seperti di Pasar Raya Dompu, harga garam halus terus meroket. Hingga Kamis (3/8) kemarin, garam halus beryodium ukuran 1/4 kg dijual Rp 3.000. Sebelumnya dijual Rp 1.000.

Selain itu, garam kristal sudah tidak terlihat lagi akibat kelangkaan. Biasanya, garam tersebut dijual per satu kresek kecil dengan harga Rp 1.000.

“Beberapa hari lalu garam kristal sempat dijual. Saking mahalnya, saat itu saya jual Rp 10.000 per kresek,” aku Nani, penjual sembako asal Kelurahan Bali Satu.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”579″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Nani mengaku, kelangkaan garam di pasar sudah terjadi sekitar sebulan. Biasanya, para penjual menawarkan garam ke para pedagang dengan jumlah berkarung-karung.

“Satu karung kita beliA� hanya Rp 10.000,” sebut Nani.

Akibat kelangkaan tersebut, tidak sedikit masyarakat yang membeli langsung garam dari petani. Beberapa dari mereka ada yang membeli per karung, setengah karung, hingga menggunakan plastik besar.

Harga yang ditawarkan oleh petani pun sedikit lebih murah, yakni Rp 70 ribu sampai Rp 100 ribu per karung.A� Dibanding harga yang dijual ke pengepul Rp 140 ribu per karung.

“Kasihan kalau dijual mahal,” ujar Ahmad, petani garam asal Donggo Bolo.

Ahmad mengakui, belakangan ini banyak masyarakat membeli kangsung di tambak garam. Tak hanya penjual eceran dan masyarakat biasa, pegawai, polisi hingga TNI juga pernah datang membeli garam.

“Sebelum diborong pengepul, kadang kita sisakan dua tiga karung untuk masyarakat,” tuturnya.

Beberapa petani lain mengaku, terjadi kelangkaan garam di masyarakat karena garam hasil budidaya mereka dikirim ke luar daerah. Namun, mereka tidak bisa berbuat banyak. Karena di satu sisi, naiknya harga garam merupakan keuntungan bagi para petani.

“Kami berharap pemerintah bisa mengerti. Kapan lagi kita bisa mendapat banyak untung, kalau tidak sekarang,” pungkasnya. (jw/r4)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka