Ketik disini

Metropolis

Adipura di Tangan, Jangan Banjir Dong

Bagikan

MATARAM-Pantas diapresiasi. Dari sekian standar penilaian yang diberikan Kementerian Lingkungan Hidup, Kota Mataram berhasil lulus semua item penilaiannya. Sehingga layak membawa pulang piala Adipura. Tetapi bukan berarti pekerjaan rumah sudah tuntas.

Ketua Blue Green Indonesia Dian Sandi Utama memberi catatan terkait raihan Adipura oleh Pemerintah Kota Mataram. Pada dasarnya Dian mengapreasiasi upaya pemkot mewujudkan kondisi lingkungan hidup yang baik bagi warganya. a�?Kami melihat upaya wali kota untuk memperbaiki masalah lingkungan itu sudah ada,a�? kata Dian.

Setidaknya itu bisa dilihat dari bertambahnya fasilitas umum (Fasum), langkah peningkatan ruang terbuka hijau, dan pengelolaan sampah yang lebih teratur. a�?Saya rasa itu adalah bagian dari ikhitar beliau dan tentu kami apesiasi,a�? imbuhnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Hanya saja ada beberapa hal yang perlu ia kritisi. Salah satunya terkait Peraturan Menteri LHK nomor P.53/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/ 2016 tentang P3 Adipura. Ini guna mendorong KemenLHK lebih selektif lagi dalam memilih kandidiat.

Tidak hanya itu, daerah yang mendapat penghargaan harus lebih ditingkatkan lagi standardnya, guna terwujudnya lingkungan hidup yang ideal. a�?Ini juga pernah disampaikan pak wapres, agar ada aturan dan kriteria yang lebih ketat,a�? terangnya.

Pada kasus Kota Mataram, lanjut Dian, kondisi pada September dan Desember tahun lalu belum ada perubahan. Menurutnya semua tahu, kota tengah mendapati persoalan lingkungan, seperti banjir. a�?Banjir itu persoalan lingkungan,a�? terangnya.

Karena itu, menurut Dian, pemerintah kota tidak boleh abai dan terlalu menikmati euforia terhadap keberhasilan itu. Tetapi harus sudah mulai bergerak, menuntaskan persoalan yang ada. Sementara di sisi lain, ini tentu akan menjadi pertanyaan liar di tengah masyarakat. Soal Piala Adipura dan persoalan lingkungan hidup yang masih ada. a�?Jadi fakta-fakta ini tidak bisa diabaikan,a�? imbuhnya.

Belum lagi persoalan lingkungan hidup. Jejak-jejak digital ini, lanjut Dian, bisa jadi bukti yang harusnya terus jadi perhatian pemerintah. a�?Lalu ada persolan TPA antara Kota Mataram dengan Pemkab Lombok Barat,a�? ungkapnya.

Menurut Dian, jika berbagai persoalan ini sudah ditangani, barulah pemerintah kota, layak menikmati euforia Adipura. Namun dengan banyaknya persoalan yang ada, justru hardirnya Adipura meningkatkan standar nilai kerja pemkot untuk mewujudkan lingkungan hidup yang baik.

Karena itu ia berharap Adipura tidak hanya sekadar piala. Tetapi yang terpenting upaya pemkot membangun kesadaran masyarakat melalui kampanye-kampanye kebersihan.

Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana, tidak menepis masih banyak pekerjaan besar yang harus dituntakan pemerintah. Salah satu isu lingkungan yang terus jadi sorotan adalah sampah. a�?Kita memang harus tuntaskan persoalan-persoalan terkait isu persampahan ini,a�? kata Mohan.

Secara normatif ia menjelaskan setiap tahun kebijakan anggaran untuk pengentasan sampah, selalu jadi bahasan utama. Kekuatan fiskal daerah yang masih rendah diakui Mohan belum mampu membuat kebijakan yang tuntas dari hulu ke hilir.

Akan tetapi ia berharap dengan adanya peningkatan yang bertahap dari tahun ke tahun, ia yakin lambat laun persoalan ini bisa selesai.A�A� a�?Paralel dengan itu, kita memang butuh bantuan masyarakat persoalan sampah ini secara bresama-sama,a�? imbuhnya.

Untuk meningkatkan peran serta masyarakat, saat ini pemerintah masih mengkaji adanya regulasi hingga punishment jika ada oknum warga yang buang sampah sembarangan, hingga berdampak pada lingkungan hidup. a�?Pada akhirnya nanti mungkin seperti itu (masyarakat diberi sanksi jika mencemari lingkungan hidup),a�? terangnya.

Tetapi saat ini yang terpenting adalah membangun kesadaran mereka. Sosialisasi dan berbagai upaya edukasi agar lebih mencintai lingkungan. Tanpa semua itu, persoalan lingkungan di kota tidak pernah bisa tuntas. Baik itu soal sampah, banjir, limbah dan sebagainya.

a�?Tetapi setidaknya hadirnya Adipura ini, simbol bahwa warga kota telah bekerja keras. Dan saya optimis, lingkungan kita bisa lebih baik,a�? tandasnya. (zad/r3)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka