Ketik disini

Sumbawa

Sedikit Lagi, RSUP Manambai Tipe B

Bagikan

SUMBAWA– Rumah Sakit Umum Provinsi Lalu Manambai Abdul Kadir (RSMA) adalah salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) dalam lingkup Pemerintah Provinsi NTB. Lokasinya berada di KM 5, jalan lintas Sumbawa-Bima.

Keberadaan RSUP Manambai di Kabupaten Sumbawa mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Khususya masyarakat di Pulau Sumbawa, dari Sumbawa Barat, sampai Kabupaten Bima. Dengan demikian masyarakat Pulau Sumbawa tidak perlu jauh-jauh lagi merujuk pasien ke Mataram. Cukup di RSMA di Sumbawa Besar.

Dengan demikian, diharapkan keberadaan RSMA mampu mengurangi jumlah pasien rujukan dari Pulau Sumbawa ke RSUP NTB yang ada di Mataram.

RSMA diresmikan sejak 17 Desember 2012 lalu, bertepatan dengan peringatan HUT NTB yang dipusatkan di Sumbawa. Pembangunannya sendiri sudah dimulai sejak 2009 silam. RSMA merupakan bentuk kerjasama pemerintah kabupaten, provinsi dan pemerintah pusat.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”87″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Dalam perkembangannya sejak didirikan, RSUP Manambai awalnya menjadi salah satu UPT yang berada di bawah Dinas Kesehatan NTB. Karena pelayanannya masih minimal, masih menjadi RS pratama atau RS kelas D. Kemudian pada tahun 2013, melalui Keputusan Menteri Kesehatan, RSMA naik menjadi RS tipe C. Kemudian pada 2014, mulai dilakukan pembenahan-pembenahan pelayanan. Saat itu masih hanya ada satu dokter spesialis, yakni dokter spesialis emergency.

a�?Tahun 2015, mulai berdatangan para dokter spesialis Mulai dari dokter spesialis dalam, THT, radiologi, kebidanan dan kandungan, dan spesialis saraf,a��a�� kata Direktur RSMA dr H Syamsul.

Hingga Juli 2017 ini, setidaknya ada 16 dokter spesialis yang dimiliki oleh RSMA. Para dokter itu terdiri dari dua dokter spesialis dalam, dua dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dua dokter spesialis anastesi. Ditambah lagi masing-masing ada satu spesialis bedah, spesialis bedah ortopedi, spesialis saraf, spesialis radiologi, spesialis Patologi klinik, spesialis jantung, spesialis mata, spesialis jiwa, spesialis emergency, spesialis anak (Bulan Desember mendatang akan menjadi dua). Bulan September mendatang, akan datang dokter spesialis paru-paru.

Berdasarkan fasilitas dan jumlah serta kapasitas SDM yang dimiliki saat ini, pelayanan RSUP Manambai sebenarnya sudah melebihi status Tipe C. Kenapa dikatakan lebih, karena sebagian dari fasilitas dan pelayanan RS Tipe B, sudah ada di RSUP Manambai.

Misalnya spesialis jantung, spesialis mata, dan spesialis saraf. Selain itu, empat dokter spesialis dasar yang harus ada juga sudah melebihi jumlah standar. Ada dua orang spesialis dalam, dua orang dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dua spesialis bedah, dua spesialis anak, dan dua spesialis anastesi.

Lalu bagaimana dengan fasilitas?

Dikatakan dr Syamsul, selain fasilitas serba canggih yang sudah ada, RSMA segera memiliki fasilitas hemodalisa yakni untuk cuci darah. Saat ini sedang dalam tahap pembangunan ruangnya. Sementara tahun 2018 mendatang, RSMA segera memiliki fasilitas CT Scan.

a�?a��Sudah disetujui Menteri Kesehatan,a��a�� kata dr Syamsul. Selain itu, RSMA juga segera memiliki medical check up untuk calon TKI.

Sebagai langkah konkreit menuju tipe B ini, pada tahun 2018 mendatang, RSMA akan mengusulkan kepada Pemprov NTB untuk dapat menugaskan beberapa dokter spesialis dasar di RSUP NTB di Mataram. Mereka akan menjadi konsultan untuk beberapa spesialis yang dibutuhkan di RSMA. Hal ini sebagai salah satu syarat untuk menjadi rumah sakit tipe B.

a�?a��Mereka bisa saja sekali sebulan datang memberikan pelayanan ke RSMA,a��a�� katanya.

Dikatakan, tahun depan RSMA akan mempunyai fasilitas CT Scan. Kemudian juga ada fasilitas hemodialisa. Sasilitas ini sudah dalam tahap pembangunan. Terhadap kedua fasilitas inilah diharapkan dokter yang ada di RSU NTB menjadi dokter konsultan para dokter spesialis RSMA.

a�?Dengan adanya fasiltias itu, diharapkan kebutuhan masyarakat Sumbawa dapat terpenuhi, dan tentunya data mengurangi angka rujukan ke RSU Provinsi yang ada di Mataram,a��a�� katanya.

Dengan bertambahnya fasilitas dan layanan ini, diharapkan akan tercipta sistem layanan rujukan terintegrasi antara seluruh rumah sakit yang ada di NTB. Termasuk RSMA dengan RSU NTB dan RSU Kota Mataram yang tipe sejenis.

a�?a��Jadi misalnya ada pasien yang perlu dirujuk, pasien ini tinggal berangkat. Di RS rujukan, si pasien sudah mendapatkan kamar, sudah ada jadwal operasi. Sementara tim dokter tinggal melanjutkan apa yang sudah dilakukan di RSMA,a��a�� katanya. (jar/r4)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka