Ketik disini

Headline Praya

Tutup Tambang Emas Demi Pariwisata

Bagikan

PRAYA-Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Wilayah Lombok, diharapkan memanfaatkan kawasan Gunung Prabu. Karena, salah satu Taman Wisata Alam (TWA) tersebut, cocok dikembangkan sebagai objek pariwisata. Tinggal, bagaimana menutup tambang ilegal, kemudian mengelolanya.

a�?Insya Allah, BUMN dan para investor siap berinvestasi di wilayah itu. Tinggal kesiapan BKSDA saja,a�? kata Bupati HM Suhaili FT, Jumat (4/8) kemarin.

Keindahan alam, Gunung Prabu menurut Suhaili tidak kalah dengan Desa Kuta dan sekitarnya. Tinggal, bagaimana mengemas dan mengelolanya saja. Pemerintah pun, siap memberikan kemudahan dalam hal perizinan. A�A�A�A�A�A� Total luas TWA Gunung Prabu sendiri, mencapai 464 hektare (ha).

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”105″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

a�?Di wilayah Prabu, terdapat dua potensi luar biasa, yaitu pariwisata dan penambangan emas. Hanya saja, keduanya tidak bisa ketemu,a�? kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Loteng HL Muhammad Putria, terpisah.

Untuk itulah, saran Putria satu diantaranya harus dikorbankan, yaitu pertambangan. Karena, potensi yang satu itu melanggar Perda Nomor 3 Tahun 2010, tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) NTB, serta Perda Nomor 7 tahun 2011 RTRW Loteng. a�?Seperti itu,a�? tegasnya.

Di lingkar kawasan Prabu, bebernya terdapat pantai Areguling, Gili Nusa, Pantai Dundang dan Pantai Selayar. Keindahannya pun tidak kalah dengan pantai Kuta, An atau pantai Selong Belanak. a�?Sudah tidak ada lagi tambang emas di desa kami,a�? klaim Plt Kepala Desa (kades) Prabu Lalu Guntur.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka