Ketik disini

Praya

BKSDA Benahi TWA Gunung Tunak

Bagikan

LOMBOK TENGAHa��Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tunak, diyakini A�akan mendapat limpahan berkah dari keberadaan KEK Mandalika. TWA ini diharap bisa menjadi alternatif. A�Anamun demikian Wabup Loteng Pathul Bahri menekankan, harus ada atraksi budaya selain menjual keindahan alam semata.

a�?Kalau ada tontonan wisatawan betah,a��a�� kata wabup.

TWA Gunung Tunak, yang kondisinya paling bagus diantara TWA di Lombok Tengah memang mulai naik daun. Pantai Bila Sayak yang dikelilingi tebing tinggi eksotis menjadi jualan. Sebagai pengelola kawasan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTB tidak sekadar menjual keindahan itu. BKSDA berkomitmen, TWA Gunung Tunak juga sebagai laboratorium konservasi. Kegiatan wisata bersamaan dengan konservasi.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”105″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Kepala BKSDA NTB Dr Widada memaparkan panjang lebar tentang rencana pengembangan TWA Gunung Tunak. Kerja sama Pemerintah RI dengan Pemerintah Korea Selatan sudah terjalin. Akan dibangun fasilitas belajar, penangkapan kupu-kupu, pengkaran rusa. a�?Daerah NTB lambangnya rusa, tapi susah melihat rusa. Karena itulah kami akan membangun fasilitas di sini,a��a�� katanya.

TWA Gunung Tunak dihuni berbagai jenis burung, seperti betet, koakiau, burung gosong, A�elang, dan berbagai jenis satwa lainnya. Begitu juga dengan bunga, di beberapa tempat tumbuh anggrek yang menjadi nilai lebih bagi wisatawan.

Dari sisi budaya, sebenarnya TWA Gunung Tunak dikenal sebagai lokasi ritual bejambek (ritual kesehatan ternak). Kegiatan ini digelar sekali setahun, berlangsung turun-temurun. Ribuan kerbau dibawa ke TWA Gunung Tunak.

a�?Kerbau juga butuh liburan,a��a�� katanya.

Untuk mewujudkan rencana itu, BKSDA NTB sebagai pengelola TWA Gunung Tunak terus berbenah. Saat ini sedang dibangun berbagai fasilitas bangunan, fasilitas sanitasi, jalan,A� dan listrik. Alat berat terus bekerja mempelebar jalan. Pelebaran jalan dan kedepannya pengerasan memudahkan akses wisatawan ke berbagai pantai di TWA Gunung Tunak.

Minggu (6/8) lalu misalnya Wabup Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri menjajal medan di TWA Gunung Tunak. Dia sempat jalan kaki sejauh satu kilometer, kemudian dilanjutkan naik kendaraan menuju Pantai Bila Sayak. Di pantai berpasir putih ini, dia melepas Penyu Hijau (Chelonia mydas) dan Penyu Lekang (Lepidochelys olivaceae). (fat/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka