Ketik disini

Tanjung

Pemkab Lombok Utara Pangkas Belanja Pegawai

Bagikan

TANJUNG-Pembahasan KUA-PPAS APBD Perubahan 2017 mulai dilakukan eksekutif dan legislatif, kemarin (7/8). Dalam rapat paripurna pertama dengan agenda penjelasan kepala daerah, sejumlah pos anggaran ada yang dikurangi dan ditambah alokasinya karena beberapa hal.

Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar menjelaskan, dalam pos belanja tidak langsung seperti belanja pegawai, alokasi anggaran mengalami pengurangan. Jika dalam APBD murni dialokasikan Rp 264 miliar lebih, namun dalam APBD-P direncanakan menurun menjadi Rp 234 miliar lebih. Pengurangan ini disebabkan berkurangnya kebutuhan belanja pegawai. Salah satunya karena dialihkannya gaji dan tunjangan guru SMA/SMK ke pemerintah provinsi.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”94″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Selain itu, pemkab juga akan mengurangi belanja bantuan sosial sebesar Rp 9 miliar. Pengurangan anggaran diambil dari bantuan sosial untuk wirausaha baru. Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan belanja langsung. Karena pelaksanaan bantuan sosial wirausaha baru masih dalam tahap akhir terkait pemenuhan dasar hukum.

Kemudian salah satu pos yang alokasi anggarannya ditambah adalah belanja hibah yang akan meningkat Rp 100 juta. Tambahan belanja hibah ini dialokasikan kepada Panwaslu.

Dari sektor belanja langsung, pada APBD-P 2017 diproyeksikan sebesar Rp 569 miliar lebih atau meningkat Rp 73 miliar dari APBD murni. Kenaikan ini terjadi karena akumulasi dari pengurangan belanja tidak langsung dan pembiayaan yang bersumber dari Silpa 2016 setelah dikurangi proyeksi Silpa pada APBD murni 2017.

a�?Total belanja daerah yang diproyeksikan dalam APBD-P 2017 mencapai Rp 914 miliar. Bertambah Rp 35 miliar lebih dari APBD murni,a�? ujar Najmul.

Najmul menjelaskan, alokasi belanja langsung yang mengalami peningkatan diarahkan untuk pendidikan Rp 6,8 miliar lebih. Kemudian, untuk bidang kesehatan bertambah Rp 18 miliar lebih, dan bidang PUPR bertambah Rp 13,9 miliar lebih. Termasuk juga penambahan anggaran Rp 12,7 miliar lebih yang akan digunakan untuk pembebasan lahan TPA di tiga gili.

a�?DED (Detail Engineering Design) sudah disusun dan akan mendapat pembiayaan program dari pusat setelah ada lahan,a�? katanya.

Lebih lanjut, Najmul juga mengatakan, peningkatan juga akan terjadi dari sektor PAD. Di mana pada APBD murni 2017 ditargetkan Rp 135 miliar. Sedangkan pada APBD-P 2017 meningkat menjadi Rp 150 miliar. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka