Ketik disini

Headline Metropolis

Sadis, Jatah Rp 11 M Pemkot Mataram Melayang

Bagikan

MATARAM-Tidak hanya sekedar ditunda. Kali ini, pendapatan daerah akan dipotong melaui Dana Alokasi Khusus (DAU). Besarnya pemotongan bervariatif. Dari 0,8 a�� 1,8 persen dari total DAU yang pernah diperoleh.

Rencana ini dipastikan getahnya juga berimbas pada keuangan Pemerintah Kota Mataram. Sebelumnya, Pemkot telah memproyeksikan pendapatan DAU sebesar Rp 609 miliar dari pemerintah pusat. Angka ini berpatokan pada pendapatan DAU saat dilaksankannya Anggaran Belanja dan Pendapatan Nasional (APBN).

a�?Sebenarnya sampai sekarang belum kita terima secara resmi (suratnya) PMK pemotongan itu, tetapi saya sudah minta BKD dan Banggar telusuri itu dan ternyata itu benar,a�? kata Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito.

Dari kisaran persentase pemotongan, Kota Mataram diyakini akan dipotong sebesar 1,6 persen. Jika dipersentasekan dengan besar DAU yang diterima tahun lalu, angka yang didapat mencapai Rp 11 miliar. a�?Mendekati angka Rp 11 miliar,a�? terangnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Eko mengakui, pemotongan ini akan sangat berdampak pada fiskal daerah. Mereka harus kembali melakukan perencanaan ulang pada Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Platfon Anggaran Sementara (KUA PPAS) yang sudah selesai dibahas.

Beberapa program kegiatan yang sudah harus maksimal bisa dilaksanakan pada tahun anggaran APBD Perubahan, harus ditunda. a�?Contoh, seperti untuk pembebasan lahan, misalnya tahun ini kita anggarakan Rp 48 miliar, ya harus dirasionalisasi lagi,a�? jelasnya.

Begitu juga untuk program kegiatan yang lain harus ada yang tertunda di beberapa OPD sampai ada anggaran yang tersedia. Hal ini menyusul penyesuaian-penyesuaian dan melihat skala prioritas program. Di satu sisi, mencari pendapatan lain untuk menutupi pemotongan agar dampaknya tidak terlalu signifikan.

Namun, Eko menegaskan, pemotongan ini tidak ada kaitannya dengan realiasi anggaran Kota Mataram. Baik itu untuk serapan DAU atau DAK. a�?Bukan, ndak ada kaitannya dengan kinerja, kita selalu menjadi yang terbaik dan terdepan,a�? ujar Eko sembari tersenyum.

Kepala Badan Keuangan (BKD) Kota Mataram HM Syakirin Hukmi membenarkan hasil konsultasi bersama banggar DPRD Kota Mataram beberapa waktu lalu ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Saat itu, Syakirin menuturkan, jika ada dua kabar yang mereka dapatkan dari hasil konsultasi. a�?Salah satunya kabar DAU kami dipotong,a�? terang Syakirin.

Ia menjelaskan, patokan penetapan proyeksi pendapatan DAU untuk penyusunan APBD Perubahan 2017, didasari pendapatan pada APBD Murni 2017. Saat itu, kisaran pendapatan daerah, mencapai Rp 609 miliar. Tetapi dengan adanya pemotongan DAU ini, setelah dikurangi, maka jatah DAU yang diterima Pemkot Mataram menyusut cukup drastis.

a�?Ya sekitar Rp 598 miliar,a�? jelasnya.

Dengan pemotongan ini, otomatis pada penyusunan KUA PPAS dan APBD Murni 2018, Kota Mataram harus memproyeksikan target penerimaan DAU sebesar Rp 598 miliar. Ini akan berdampak pada berbagai target program yang ingin direalisasikan pemerintah di tahun anggaran berikutnya.

a�?Ya mau tidak mau, karena proyeksi DAU anggaran berikutnya, besarnya disesuaikan dengan angka DAU anggaran yang didapat sebelumnya,a�? jelasnya.

Senada dengan Eko, Syakirin juga mengatakan pada dasarnya semua program dari berbagai OPD sudah tertampung dalam KUA PPAS. Hanya saja, mau tidak mau perlu melakukan penyesuaian belanja. Hal ini untuk mengantisipasi ada program yang tidak bisa berjalan akibat pemotongan.

Dari cerita Syakirin, kabarnya pemotongan ini terpaksa harus dilakukan Kemenkeu karena target pendapatan negara, tidak sesuai dengan harapan. a�?Kalau tidak salah ada sekitar Rp 50 triliun dari target pendpatan itu, tidak berhasil diwujudkan,a�? terangnya.

Kondisi saat ini, menurut Syakirin, lebih memprihatikan dibanding dengan kebijakan fiskal nasional yang pernah dilakukan akhir tahun 2016 lalu. Saat itu akibat kondisi keuangan nasional tidak mencapai target, diberlakukan penundaan. a�?Tetapi sekarang lebih sadis, dengan pemotongan,a�? tutupnya. (zad/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka