Ketik disini

Headline Politika

Rachmat: TGB-Amin Gagal !

Bagikan

MATARAMa��Mesin Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mulai panas. Partai kepala banteng moncong putih ini mulai mengeluarkan jurusnya di tahun politik ini. Ketua DPD PDIP NTB H Rachmat Hidayat pun turun gunung. Dia langsung menghajar kepemimpinan TGB-Amin.

Baca juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

“PDIP berpendapat pemerintahan Zainul Majdi dan M Amin telah gagal memimpin NTB,” kata H Rachmat Hidayat, kemarin (8/8).

Pernyataan itu disampaikan saat ia mengumpulkan seluruh perwakilan kader PDIP NTB. Kegagalan pertama dimulai dari penjualan sejumlah aset potensial. Pemerintahan yang dipimpin TGB disebutnya tak mempertimbangkan kepentingan selanjutnya.

“Saham enam persen yang di Newmont,” katanya menyebut kegagalan pertama.

Saham itu dihajatkan untuk seluruh masyarakat NTB yang berkaitan langsung dengan tambang. Rinciannya 40 persen hak provinsi, 40 persen Sumbawa Barat, dan 20 persen untuk masyarakat Sumbawa.

A�”Itu diperjuangkan alot sejak zaman Pak Serinata,” katanya.

Aset provinsi yang ada di Bandara Internasional Lombok (BIL) dijual pada pihak Angkasa Pura Juga dipertanyakan. Padahal aset yang juga diperjuangkan sejak gubernur terdahulu itu bertujuan untuk kesejahteraan masyatakat.

“Kenapa dijual, apa lagi yang hitung harganya itu Angkasa Pura,” kata anggota DPR RI dua periode ini.

Aset lain yang juga disoal adalah 1.175 Ha lahan yang diserahkan pada ITDC. Hasilnya, hampir 10 tahun pemerintahan TGB lahan itu ditelantarkan pusat. Kalaupun kali ini mulai ada geliat pembangunan, itu dilakukan sepenuhnya pemerintahan Jokowi.

“Bukan gubernur, bukan juga presiden terdahulu,” katanya.

Terkait pariwisata yang didengung-dengungkan saat ini, ia juga merasa tak ada yang berubah. Senggigi ataupun ataupun kawasan selatan yang dulu masih saja sama dengan saat ini. Mendorong pada wisata halal ataupun perda pramuwisata disebutnya tak banyak memberi dampak.

“Bukan anti halal, tapi ingat bule yang datang itu tak semua satu agama dengan kita, mana hasilnya,” Rahmat balik bertanya.

Sindirannya berlanjut, program prioritas PIJAR (Sapi, Jagung, Rumput Laut), Adono (Angka Drop Out Nol), Absano (Angka Buta Aksara Nol), Akino (Angka Kematian Ibu dan bayi Nol), hingga program 200 ribu wirausaha baru disoal.

“Mana hasilnya, mana itu sapi yang dibilang banyak, jagung, rumput laut, mana itu nol nol itu, pengusaha baru mana,” katanya.

Islamic Center (IC) turut disoal karena tak sesuai dengan pokok pengelolaan keuangan daerah. Pembangunannya membebani PNS dan kas daerah.

“Pemeliharaannya juga selama ini tak ada masjid dibangun pakai uang pemerintah,” sindirnya.

BUMD semisal GNE, JAMKRIDA, DMB juga disebut tak memberi efek yang jelas. Justru banyak merugikan karena penyertaan yang tak dimanfaatkan optimal. PD BPR menjadi PT juga disoal karena konsep penggabungan yang tak sesuai aturan.

“Berdasar Perpres 131/2015, seluruh kabupaten di NTB masuk kategori terbelakang. Terus apa hasilnya,” koar Rachmat.

Tata kelola pemerintahan yang tak tepat dengan memosisikan pejabat tak sesuai kompetensi dan keahliannya juga dikritisi politisi berambut perak tersebut.

Terkait statemen Rachmat, Wakil Gubernur NTB HM Amin A�mengatakan, pernyataan Rachmat bermuatan politis. Dia tak sependapat jika dikatakan pembangunan NTB gagal dan tidak berhasil.

“Itu pernyataan politis,” kata Amin.

“Apa ukuran dan parameternya,” Amin balas bertanya.

Untuk satu dua sektor, ia tak menampik ada pembangunan yang belum maksimal. Boleh jadi akselerasi yang direncanakan tak sesuai harapan.

A�”Barangkali iya dan kami terbuka mengakui,” katanya.

Akan tetapi untuk bidang atau sektor pertanian, pertambangan, dan pariwisata, ia yakin telah memberikan kontribusi yang besar. Indikatornya menurut Amin bisa dilihat jelas dalam pertumbuhan ekonomi NTB yang mencapai 5,89 persen.

“Silakan baca data di rilis BPS terbaru,” sarannya.

Presiden Jokowi beberapa waktu lalu di Solo bahkan secara terbuka mengakui pertumbuhan ekonomi NTB sangat baik. Jokowi, kata Amin, mengapresiasi capaian akhir tahun 2016 NTB yang mencapai 7,4 persen. Tertinggi nomor dua di Indonesia setelah Sulawesi Utara.

“Tingginya pertumbuhan ekonomi nasional 5,1 persen dan majunya Indonesia saat ini karena kian majunya pembangunan di daerah-daerah termasuk NTB,” katanya.

Dikatakan Amin, NTB telah memberikan kontribusi untuk nasional, termasuk keberhasilan pemeritahan Jokowi-JK. Khusus pariwisata, pertumbuhan tingkat kunjungan di NTB bahkan sangat tinggi. Dampak pada nasional NTB menyumbang hingga 10 persen dari total target kunjungan wisatawan baik domestik, terutama mancanegara.

“Tidak tepat kalau kita disebut gagal,” ujarnya.

Pembangunan infrastruktur jalan nasional di NTB mantap 98 persen dan jalan provinsi 76 persen. Itu disebutkanya contoh nyata keberhasilan di samping infrastruktur dasar seperti irigasi pertanian, listrik dn air bersih terus mengalami peningkatan. (yuk/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys