Ketik disini

Headline Metropolis

Ahyar Ngotot Amankan Monumen Aman

Bagikan

MATARAM-Sudah bisa dipastikan, semua daerah seluruh Indonesia akan dipotong Dana Alokasi Umum (DAU). Tidak terkecuali Kota Mataram.

Pemotongan kali ini disebut-sebut buah dari lemahnya kinerja pemerintah daerah mengeksekusi DAU. Lalu berefek domino pada pajak yang harusnya masuk dari proyek-proyek yang didanai dari DAU, ikut rendah diterima Pemerintah Pusat.

Namun, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh membantah itu. Kenyataannya menurut dia, serapan anggaran di semester pertama, menunjukan progresivitas yang sangat baik. a�?Bukan. Ini kebijakan secara nasional, karena kondisi keuangan negara tidak sesuai harapan,a�? kata Ahyar.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Surat terkait pemotongan ini sudah diterima sekretariat daerah. Nilainya mendekati angka Rp 11 miliar. Ahyar menilai angka ini cukup besar. Cukup membuat perencanaan pembangunan yang sudah disusun dengan baik, harus ditinjau ulang dan dirasionalisasi. a�?Pemotongannya sebesar Rp 10,9 miliar,a�? jelasnya.

Menurut Ahyar, Pemkot Mataram dan daerah lain sudah mengalami dua kali pemotongan anggaran yang cukup besar. Semua berawal dari kondisi keuangan dalam negeri sedang tidak sehat. a�?Termasuk juga saat ini,a�? imbuhnya.

Ia menduga hal serupa bisa saja terjadi di tahun anggaran mendatang. Karena itu, Ahyar meminta TPID menyusun anggaran di tahun mendatang, harus lebih mengedepankan skala prioritas. Guna menghindari amburadulnya rencana-rencana pembangunan yang sudah terlanjur disusun.

a�?Tetapi nanti kita lihat, apa rencana yang bisa ditunda,a�? ujarnya.

Menurutnya, rasionalisasi anggaran harus berpatokan pada urgensi kegiatan. Kegiatan yang sama sekali tidak boleh ditunda hanya menyangkut pelayanan dasar. Seperti kemiskinan, kesehatan, dan pendidikan. a�?Termasuk juga kebersihan,a�? sambungnya.

Tetapi Ahyar terlihat bersikap lebih lunak pada rencana pembangunan monumen Aman yang sedianya peletakan batu pertama, pada tanggal 31 Agustus 2017 nanti. Menurutnya, walau monumen bukan pelayanan dasar, tetapi masuk pada kebutuhan yang cukup penting.

Hal ini didasari kondisi kota yang minim dengan sumber daya alam yang bisa diandalkan. Karena itu, cara lain menggenjot potensi daerah melalui pengembangan citra daerah sebagai kawasan primadona jasa perhotelan, perdagangan, wisata dan lain sebagainya.

a�?(Monumen) itu adalah modal pencitraan kota,a�? ujarnya.

Karena itu, ia ngotot mempertahankan agar Monumen Aman bisa tetap dibangun. Jika nanti sulit direalisasikan melalui skema anggaran DAU, maka harus bisa didanai dari sektor pendanaan lain.

a�?(Bisa saja melalu pendapatan) PAD kita,a�? cetusnya.

Sementara itu, Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito juga tak menampik anggaran pembangunan monumen Aman bersumber dari DAU. Sebelumnya, anggaran pembangunan monumen telah dialokasikan pada APBD Murni. Tetapi kini kembali akan dianggarkan dan rencananya akan diperbesar lagi di APBD Perubahan.

a�?Iya tentu kita tambah lagi di APBD Perubahan,a�? kata Eko.

Berbeda dengan sikap sebelumnya, Eko kali ini terlihat lebih santai menghadapi pemotongan anggaran DAU. Hal ini, karena ia menilai pada dasarnya pemotongan ini sama sekali tidak berdampak pada program dan rencana pembangunan di APBD perubahan.

a�?Jadi pemotongan DAU itu Insya Allah tidakA� akan berimbas pada rencana pembanguan yang bersifat strategis,a�? imbuh Eko yang juga menjabat sebagai Ketua Tim TAPD Kota Mataram.

Sebab walau Pemkot Mataram mendapat potongan DAU hampir Rp 11 miliar, tetapi penangguhan pembayaran DAK nonfisik sebesar Rp 34 miliar akhirnya dicairkan pemerintah pusat. Dengan begitu, hitung-hitungan Eko pada saat ini Pemkot Mataram sebenarnya posisinya cukup aman dengan pemotongan itu.

a�?Dipotong Rp 11 miliar, ya kita tutupi dengan pendapatan lain (DAK Non fisik), sisa Rp 23 miliar itulah yang dibagi-bagi ke setiap OPD,a�? ujarnya santai.

Jadi, walaupun seperti terlihat ada pemotongan menurutnya kondisi keuangan daerah saat ini justru berlebih dengan cairnya DAK nonfisik yang sempat tertunda pembayarannya di penghujung tahun 2016 lalu. Ia meyakinkan program kegiatan di APBD Perubahan justru bertambah.

a�?Jadi kita gak pernah repot (dengan pemotongan), kita terbaik dan yang terdepan,a�? ujarnya mengulangi kalimat yang kerap ia lontarkan di depan awak media, sembari tesenyum.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Matram H Didi Sumardi menegaskan, pemotongan ini tidak hanya terjadi di Kota Mataram. Tetapi semua daerah, tanpa kecuali. Sebagai akibat dari pendapatan dalam negeri dari sektor pajak yang melemah.

a�?Jadi kesannya saya lihat seolah-olah cuma Mataram yang dipotong. Padahal semua daerah,a�? kata Didi.

Karena itu, untuk mempercepat pembahasan anggaran, Didi mengaku dewan memberi kewenangan pada eksekutif untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian anggaran. Dengan harapan, tinjauan ulang postur KUA PPAS dan APBD Perubahan bisa lebih cepat lagi.

a�?Jadi kita berikan kewenangan pada eksekutif untuk segera menyelesaikan itu, setelah ada pemotongan anggaran ini,a�? ujarnya.

Saat dikonfirmasi sikap Legislatif terkait rencana pembangunan Monumen Aman ditengah pemotongan anggaran DAU, Didi mengaku ingin melihat dulu kerangka awal dan tujuan dibangun monumen itu.

a�?Untuk selanjutnya nanti dikaji lagi oleh kami,a�? ujarnya.

Hanya saja, ia mensinyalkan sikapnya yang setuju dengan pembangunan monumen. Dengan harapan, bangunan itu bisa menjadi simbol ikonik yang bisa berdampak pada, peningkatan kunjungan wisatawan ke daerah ini.

Tidak hanya itu, monumen itu harus melambangkan semua suku, budaya, agama, dan golongan yang ada. a�?Juga harus jadi semangat bagi daerah untuk lebih giat membangun,a�? imbuhnya.

Menurutnya, dari segi urgensi monumen kadang kala sangat penting untuk menunjukan identitas dan jati diri daerah. Ia mencontohkan beberapa daerah lain dengan kondisi fiskal daerah yang rendah, juga tetap semangat membangun simbol ikonik bagi daerahnya.

a�?Kalau semangat-semangat itu bisa diakomodir oleh monumen yang akan dibangun, saya rasa kenapa tidak (untuk segera dibangun)?a�? tandasnya. (zad/r5)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka