Ketik disini

Headline Pendidikan

Gelapkan Tabungan Siswa, Warga Montong Are Segel Sekolah

Bagikan

MATARAM-Puluhan warga lingkungan Montong Are, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram mendatangi SDN 2 Gerimak Indah, kemarin (9/8). Mereka bahkan sempat menyegel sekolah tersebut.

Penyebabnya, ada salah satu oknum guru yang diduga menggelapkan tabungan muridnya. Sebab, hingga tahun ajaran baru, uang tabungan anak-anak itu belum dibagikan.

Awalnya, guru berinisial ID yang diduga menggelapkan tabungan muridnya berjanji segera membagikan uang tabungan tersebut. Namun janji itu diingkari. Bahkan hingga kini, belum ada murid yang menerima tabungannya.

Lurah Mandalika Nasrudin yang ikut datang ke sekolah itu membenarkan kejadian ini. “Ya, benar, warga saya di Lingkungan Montong Are, Mandalika ini kesal dengan peristiwa yang menimpa anak-anaknya yang mengenyam pendidikan di SDN 2 Gerimak Indah,a�? kata Nasrudin.

Menurut Nasrudin, ada dua kelas yang hingga kenaikan kelas, belum dibagikan tabungan oleh pihak guru di sekolah tersebut. “Sebelumnya, saya sempat rapat dadakan dengan kepala lingkungan, ketua komite di sekolah itu, serta pihak sekolah,” tuturnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”164″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Rapat itu membahas solusi yang bisa dilakukan untuk meredam potensi kemarahan warga. Saat itu, kata Nasrudin, diputuskan bahwa batas pengembalian uang tabungan itu pada 30 Juli 2017.

“Tapi sampai sekarang buktinya belum bisa dibagikan uang tabungan para murid,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Lingkungan Montong Are Abdul Hanan mengatakan, kasus penggunaan tabungan anak didik di sekolah tersebut, merupakan kasus lama. Tepatnya sebelum bulan Ramadan.

a�?Sebelumnya, saya sudah lakukan mediasi sebanyak dua kali, karena niat warga di sini sangat besar untuk berusaha menyegel sekolah ini,a�? kata Hanan.

Beruntung, pihak kepolisian cepat datang ke lokasi. Setelah situasi terkendali, mediasi pun dilakukan. Hasilnya, orang tua murid sepakat membuat perjanjian tertulis di depan polisi. “Alhamdulillah, akhirnya disepakati satu bulan lagi. Ini berkat bantuan kepolisian dari Polsek Cakranegara,a�? tutup Hanan.

Sementara itu, Mahdi, salah satu wali murid mengatakan, ia terpaksa melakukan aksi ini karena kesal dengan janji-janji pihak sekolah. a�?Uang tabungan anak saya Rp 2 juta, nominal segitu besar buat kami. Sampai sekarang belum dibagikan,a�? katanya emosi.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 2 Gerimak Indah enggan memberi komentar atas kesalahan salah satu oknum guru di sekolahnya. Jumlah uang tabungan yang digelapkan oknum guru di sekolahnya sebesar Rp 81 juta. (cr-tea/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka