Ketik disini

Kriminal

Ingin Gauli Korban, Maling Kambuhan Diringkus Polisi

Bagikan

MATARAM-Dua pemuda residivis, Wawan, 23 tahun dan Toni, 20 tahun ditangkap tim Buser Polres Mataram. Pemuda asal Gomong, Kota Mataram ini diduga melakukan pencurian laptop dan handphone di sebuah kos, di Jalan Kecubung, Gomong.

Lucunya, keduanya ditangkap karena masuk dalam jebakan korban. Menurut keterangan polisi, setelah mengetahui barangnya hilang, korban mencoba menghubungi handphone yang diambil pelaku, dengan nomor baru.

Rupanya nomor baru korban membuat Wawan penasaran. Dia kemudian membeli nomor baru, untuk menggantikan nomor di handphone yang ia curi. Dengan nomor tersebut, Wawan menghubungi korban.

a�?Ternyata nomor itu milik korban,a�? kata Wawan, kemarin (9/8).

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Setelah mengetahui jika yang menghubunginya adalah korban, muncul niat jahat dari pelaku. Wawan menawarkan kepada pelaku, jika ingin barang-barangnya kembali, maka ia harus melayaninya untuk berhubungan badan.

Tak kalah pintar, korban kemudian melaporkan informasi itu kepada kepolisian. Tim opsnal lantas meminta korban untuk menjebak pelaku dan menyanggupi permintaan dari Wawan.

Selanjutnya, korban mengajak Wawan untuk bertemu di Jalan Kecubung Raya, Gomong, sekitar pukul 03.00 Wita, Senin (7/8). a�?Pas pelaku mendatangi korban, tim langsung menangkapnya,a�? kata Kapolres Mataram AKBP Muhammad, kemarin (9/8).

Setelah tertangkap, Wawan memberitahu keberadaan rekannya, yakni Toni. Pelaku kedua ini akhirnya berhasil ditangkap di kediamannya, di Jalan Matahari, Gomong.

Dari pengakuan keduanya, laptop dan handphone yang dicuri, ternyata telah dijual. Polisi kemudian melakukan pengembangan dan berhasil menangkap pelaku pembeli barang curian. Yakni Johan, 30 tahun yang telah menjual laptop tersebut kepada Zur seharga Rp 1.150.000. Sedangkan pelaku pembeli handphone curian masih diburu polisi.

a�?Zur ini menjual laptop itu lagi via online, seharga Rp 2,4 juta,a�? kata Kapolres.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka