Ketik disini

Headline Tanjung

42 Koperasi di Lombok Utara Terancam Dibubarkan

Bagikan

TANJUNG-Jumlah koperasi di Lombok Utara terus tumbuh. Berdasarkan data terbaru, jumlah koperasi di Gumi Tioq Tata Tunaq sebanyak 153 unit. Namun dari jumlah itu, sebanyak 42 koperasi diusulkan dibubarkan karena diindikasikan tidak aktif.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Perindustrian dan Perdagangan Lombok Utara melalui Kabid Koperasi Hurman Hairi mengungkapkan, salah satu penyebab koperasi dibubarkan adalah tidak pernah menggelar Rapat Akhir Tahun (RAT) selama tiga tahun berturut-turut. a�?Sampai sekarang ada 110 koperasi yang aktif dan ada satu koperasi (ponpes) yang baru terbentuk 2017 ini,a�? ujarnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”94″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Menurut Hairi, selain tidak pernah menggelar RAT, koperasi yang akan dibubarkan juga tidak aktif menyusun pembukuan dan neraca keuangan. a�?Kebanyakan di sini koperasi serba usaha. Dan pertumbuhan koperasi paling tinggi ada di Kecamatan Gangga,a�? katanya.

Sementara itu, Sekda Lombok Utara H. Suardi yang menghadiri kegiatan HUT Koperasi ke-70 mengungkapkan, koperasi dan UKM merupakan bagian dari unit usaha besar di Lombok Utara. Dengan keberadaan koperasi banyak tenaga kerja yang bisa direkrut.

a�?Sampai saat ini koperasi yang ada juga telah melakukan kegiatan yang menunjang perkembangan ekonomi daerah,a�? katanya.

Menurut Sekda, momentum HUT Koperasi ini harus dijadikan penyemangat. Sehingga pelaku koperasi bisa lebih berperan aktif dan mampu menunjang serta mendorong perekonomian masyarakat.

Lebih lanjut, Sekda mengatakan, untuk pengembangan koperasi di Lombok Utara ke depannya, pemkab melalui dinas terkait telah menerapkan berbagai program maupun kegiatan. Seperti program bantuan wirausaha baru, pasar tradisional, jasa pelayanan laut dan peningkatan SDM koperasi. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys