Ketik disini

Kriminal

Jambret Amatir Ditangkap di Kampung Bugis

Bagikan

MATARAM-Sempat dua kali gagal melakukan jambret, Satria, 20 tahun dan Andre, 27 tahun akhirnya berhasil pada aksi yang ketiga. Mereka merampas handphone milik Mitha di Jalan Langko, tepat di depan Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB, Rabu (9/10).

Tetapi, aksi ketiganya inilah yang akhirnya membuat keduanya berurusan dengan polisi. Keduanya ditangkap tak lama setelah beraksi.

Menurut keterangan polisi, aksi pelaku dilakukan sekitar pukul 21.00 Wita. Mitha yang tengah mengendarai motor bersama temannya, tiba-tiba dikejutkan dengan aksi kejahatan pelaku. Handphone di tangan korban, dengan cepat dirampas Andre yang saat itu bertugas sebagai eksekutor.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Berhasil menjambret handphone korban, Satria menambah kecepatan motornya. Menghindari kejaran dari korban. Pelaku juga sempat berbelok ke arah Dasan Agung untuk menghilangkan jejak. Beruntung, sebelum hilang dari pandangan, korban sempat melihat nomor pelat motor yang dikendarai pelaku.

a�?Korban ini sempat mengejar juga, sambil teriak jambret ke pelaku,a�? kata Kabag Ops Polres Mataram Kompol Mujahidin, kemarin (10/8).

Dari petunjuk yang diberikan korban, tim buser Polres Mataram menyebar ke sejumlah lokasi. Hingga satu jam kemudian, polisi mendapat petunjuk keberadaan salah satu pelaku, yakni Satria.

Mujahidin mengatakan, Satria berhasil dibekuk di kediamannya, Lingkungan Kampung Bugis, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Dari Satria, polisi mengembangkan kasus dan berhasil menangkap Andre sekitar pukul 07.00 Wita, kemarin, juga di Kelurahan Bintaro.

Saat berada di kantor polisi, Satria mengaku jika baru pertama kali ini menjambret. Sebelumnya, dia sempat dua kali berniat menjambret namun urung dilakukan.

a�?Sempat dua kali mau jambret, tapi gak ada kesempatan,a�? kata pemuda yang berprofesi sebagai nelayan ini.

Mengenai handphone yang mereka ambil, Andre mengatakan jika telah menjualnya ke konter handphone di Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, seharga Rp 1,2 juta. Uang tersebut diakuinya untuk membeli minuman beralkohol tradisional jenis tuak.

a�?Saya jual untuk beli tuak,a�? ungkap Andre.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys