Ketik disini

Headline Kriminal

Kejati Hentikan Kasus Cetak Sawah Dompu

Bagikan

MATARAM-Penyelidikan kasus dugaan korupsi proyek cetak sawah baru di Kabupaten Dompu dihentikan. Kejati NTB beralasan tidak menemukan bukti permulaan. A�Karena itu, tim penyelidikan memutuskan untuk tidak melanjutkan penanganan kasus tersebut.

a��a��Kasus cetak sawah baru Dompu sudah kami hentikan,a��a�� kata Kasi Penkum dan Humas Kejati NTB Dedi Irawan, kemarin.

Sebelum menghentikan kasus tersebut, tim sudah melakukan serangkaian proses penyelidikan. Dari pengumpulan data hingga permintaan keterangan pihak terkait. Tim penyelidikan telah meminta keterangan dari penerima bantuan, pekerja cetak sawah baru, dan pemilik alat berat. Bahkan, tim penyelidikan juga telah meminta keterangan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Dompu.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Menurut Dedi, dari hasil penyelidikan itu, tim kejaksaan tidak menemukan bukti permulaan yang memenuhi unsur adanya tindak pidana korupsi. Untuk itu, tim mengakhiri proses penyelidikan dan menghentikannya.

a��a��Proses penyelidikan sudah kami lakukan tapi tidak ditemukan bukti permulaan,a��a�� beber dia.

Kasus ini sendiri dilaporkan 2016 lalu. Program cetak sawah baru yang berasal dari Dana Bansos APBN 2012 disinyalir bermasalah. Anggaran yang dicomot dari kantong pemerintah pusat itu sebesar Rp 5 miliar.

Sesuai SK Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Dompu, dana itu dibagikan kepada lima kelompok tani. Masing-masing kelompok tani mencetak sawah baru 100 hektare. Biaya yang digelontorkan untuk setiap hektare sawah Rp 10 juta. Namun fakta di lapangan berbeda.A� Ada dugaan anggaran tersebut disalurkan kepada kelompok tani fiktif. Sehingga, proyek cetak sawah baru diduga merugikan negara miliaran rupiah.

Sedikit diulas, laporan kasus cetak sawah baru ini bersamaan masuk dengan pembangunan Paruga Samakai Dompu. Proyek yang bergulir tahun anggaran 2013 ini menghabiskan anggaran senilai Rp 11 miliar lebih itu. Selain itu, dana bergulir kelompok tani dari KPDT sebesar Rp 10 miliar ikut dilaporkan. Begitu juga dengan pengadaan alat kesehatan pada tahun 2011 senilai Rp 1,7 miliar.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

wholesale jerseys