Ketik disini

Metropolis

Empat JCH NTB Tertunda Tahun Depan

Bagikan

MATARAM-Lima kloter Jamaah Calon Haji (JCH) asal NTB sudah sampai di Tanah Suci. Tapi tidak semua jamaah beruntung bisa langsung berangkat. Sejak pemberangkatan hari pertama hingga kemarin, sebanyak 13 JCH yang harus ditunda keberangkatannya karena sakit saat pemeriksaan terakhir di Asrama Haji.

Dari 13 orang yang dirawat karena sakit, empat orang di antaranya sudah diberangkatkan pada Kloter 2 dan Kloter 4. Mereka adalah Nurhasanah Tohri Hisbullah, Habibah Deri Nursam, Angkasah Ipe Abdul Manaf dan Kartini Kadir Selamah. Lima orang lainnya hingga saat ini masih dalam perawatan yakni Baiq Suriati Ishak Wildan, Masriah Ahmad Acip, Mahnum Serum Jumelah, Amrah Jamik Ngacih, dan Sah Rianah Sarianah.

Sementara empat orang lainya harus ditunda tahun depan yakni Abdurrahim Maun, Napsiah Jagat Odin, Ishak Mesir Senep, dan Muhamd Sagir Sukardi. Tim medis menyatakan keempatnya tidak mungkin diberangkatkan tahun ini karena kondisinya tidak memungkinkan.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Plh Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah, Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi NTB H Sirojuddin menjelaskan, sebelum diterbangkan kondisi kesehatan JCH diperiksa terlebih dahulu. Bila tidak memungkinkan untuk terbang, maka tim medis tidak akan memberikan rekomendasi. Mereka yang sakit kemudian dirawat di rumah sakit.

a�?Mereka yang tidak diberangkatkan tahun ini kondisinya sudah tidak memungkinkan,a�? katanya.

Seperti Abdurrahim Maun yang mengalami dimensia atau pikun. Panitia bisa memberangkatkannya apabila ada pihak keluarga yang mau mendampingi. Tapi hingga kemarin belum ada keluarga terdekat yang siap mendampinginya. Misalnya keponakan, anaknya, atau keluarga agak jauh tetapi siap menjaganya dengan penuh selama di Makkah.

a�?Katanya ada keponakan di kloter sembilan. Tetapi setelah didalami dia tidak sanggup mendampingi,a�? katanya.

Saat ini, JCH tersebut masih berada di Asrama Haji dan belum pulang. Tim Kemenag hingga saat ini masih berusaha membujuknya pelan-pelan agar tidak mengganggu psikologinya.

Belajar dari banyaknya JCH yang sakit, Sirojuddin menghimbau kepada seluruh warga yang dinyatakan akan berangkat naik haji untuk menjaga kesehatan. Bila ada penyakit yang perlu perawatan maka segera dirawat, sehingga ketika akan terbang mereka sudah sembuh dan siap terbang.

a�?Karena ada kasus JCH mengidap TBC, sejak awal diminta berobat tetapi dia tidak rutin berobat sehingga agak susah diberangkatkan,a�? katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan NTB Hj Nurhandiri Eka Dewi mengatakan, bagi para JCH yang sudah tiba di Arab Saudi untuk tetap jaga kesehatan. Untuk pemantauan kesehatan, dalam setiap kloter ada satu dokter dan dua perawat. Selain itu, di Arab Saudi sudah bukan lagi tanggung jawab pemerintah daerah tetapi pemerintah Indonesia.

a�?Kita terus memantau, optimalisasi perawatan JCH yang sakit,a�? katanya. (ili/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka