Ketik disini

Metropolis

Tiga Aplikasi Publik Siap Dilaunching

Bagikan

MATARAM- Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram segera meluncurkan tiga aplikasi untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat. Aplikasi tersebut adalah Lapor, Smart City, dan E-Tapen.

a�?Kami akan luncurkan ketiganya bertepatan dengan HUT Kota Mataram, aplikasi ini sebagai kado ulang tahun,a�? kata Kepala Diskominfo Kota Mataram H Lalu Junaidi.

Ia mengatakan, ketiga aplikasi itu sangat dibutuhkan masyarakat Kota Mataram. Seperti aplikasi Lapor, bertujuan untuk melibatkan partisipasi publik yang bersifat dua arah.

a�?Aplikasi Lapor untuk menampung aduan warga. Aplikasi Smart City mengoptimalkan peran teknologi informasi guna mendorong pembangunan di Kota Mataram. Sedangkan, pada E-Tapen dikhususkan untuk administrasi di kelurahan atau kecamatan,a�? jelasnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Junaidi mengatakan, aplikasi Smart City disiapkan untuk empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Mataram yang dinilai memiliki strategis dalam pelayanan ke masyarakat. Yakni, Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas LH, serta BPBD Kota Mataram.

a�?Aplikasi Smart City ini siap menerima aspirasi dan keluhan warga Kota Mataram,a�? tuturnya.

Junaidi menjelaskan, untuk Dinas PUPR, masyarakat bisa memanfaatkan aplikasi Smart City untuk menyampaikan keluhannya terkait penanganan drainase, penataan ruang, hingga jalan. Sedangkan pada Dinas Perhubungan, masyarakat bisa menyampaikan keluhannya terkait kemacetan.

a�?Begitu juga dengan OPD LH, terkait penanganan kebersihan, dan BPBD dalam kebencanaan alam,a�? terangnya.

Untuk meminimalisir kemacetan, Junaidi akan menyiapkan lima CCTV pada setiap titik rawan kemacetan lalu lintas. Hal ini dilakukan agar petugas Dishub Kota Mataram dapat segera mengambil langkah penanganan segera mungkin.

a�?Kami akan pasang lima CCTV di titik-titik yang rawan kemacetan, misalnya di perempatan Cakranegara, dan di sekitar sekolahan. Jadi kita bisa pantau para satgas yang turun untuk mengamankan kemacetan,a�? jawabnya.

Junaidi mengakui layanan Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD) Call Center 112 di Kota Mataram, telah berjalan dengan baik. Kendala yang masih dijumpai yakni banyak telepon iseng yang disampaikan kepada operator.

Ketika Lombok Post mendatangi kantor A�NTPD Call Center 112 Mataram di dalam Pendopo Wali Kota Mataram, sejumlah petugas terlihat sedang bertugas. Febryan Armanda, salah satu petugas call center menjelaskan layanan NTPD berfungsi memudahkan masyarakat Kota Mataram melakukan pelaporan saat kondisi darurat.

a�?Selama sembilan bulan berjalan, NTPD ini sudah menerima 1000 lebih panggilan. Untuk bulan ini, ada 177 telepon yang melaporkan layanan yang bermasalah, seperti kecelakaan, kehilangan barang, hingga pemadaman lampu,a�? kata Ryan pada Lombok Post.

Menurutnya, dalam sehari ada 12 panggilan yang tergolong serius. Namun 90 persen panggilan ke 112 disampaikan oleh penelpon yang iseng.

Call center juga bermitra dengan delapan OPD di Kota Mataram. Yaitu, BPBD, RSUD Kota, Dinas Kesehatan, satpol PP, polres, Dinas Pemadam Kebakaran, PUPR, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (cr-tea/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka