Ketik disini

Giri Menang Headline

Konservasi Penyu Harus Terus Diupayakan

Bagikan

GIRI MENANG-Guna menjaga kelestarian penyu, upaya konservasi harus terus dilakukan. Konservasi penyu dapat dilakukan di pesisir mana saja yang menjadi tempat bagi penyu untuk bertelur.

Namun upaya konservasi penyu akan terhambat tanpa adanya program pendukung. Seperti program peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir.

a�?Kami berharap kawasan konservasi penyu ini juga ditetapkan sebagai kawasan ekowisata, sehingga memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat setempat,a�? harap Ketua Kelompok Kerabat Penyu Lombok, Masnun usai pelepasliaran 40 ekor penyu di Desa Kuranji Dalang, Kecamatan Labuapi, Lobar, Sabtu (19/8) lalu.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”86″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Menurutnya, konservasi penyu adalah salah satu contoh nyata menjaga kesinambungan alam. Pada hakekatnya, pelestarian penyu adalah upaya luhur untuk tetap menjaga proses ekologi esensial dan sistem penyangga kehidupan.

Konservasi penyu di Desa Kuranji Dalang diawali dengan penangkaran tukik. Namun sejauh ini system penangkarannya masih sangat sederhana. Penangkaran murni dilakukan kelompok masyarakat desa setempat, dengan melibatkan swasta dan pemerintah sebagai pembina.

a�?Kami kesulitan dalam memberikan pakan, serta mengganti air yang masih dilakukan manual,a�? paparnya.

Kepala Desa Kuranji Dalang Sukadin menyampaikan, dalam konservasi penyu, yang paling penting dilakukan adalah memberi pengertian mengenai pentingnya menjaga kelestarian hewan yang dilindungi ini. Dengan demikian diharapkan muncul kesadaran untuk menjaga keberlangsungan kehidupan penyu liar.

a�?Penangkaran penyu yang dilakukan oleh Kelompok Kerabat Penyu Lombok di desa ini harus didukung,a�? tandasnya.

Dia mengaku kagum dengan keseriusan anggota kelompok ini dalam menjaga kelestarian penyu. Setiap hari mereka mengamankan penyu, mengumpulkan dan mencari tempat penyu bertelur dan memelihara tukik. (ewi/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka