Ketik disini

Headline Metropolis

Lontar Jumrah Paling Berbahaya Jika Jamaah Tak Patuhi Jadwal

Bagikan

MATARAM-Para jamaah haji asal NTB diharapkan menaati jadwal lontar jumrah yang sudah dibuatkan petugas. Jangan sampai mereka mencoba keluar dari jadwal karena akan sangat berbahaya.

a�?Kita mohon pada jamaah haji, taat pada apa yang disampaikan ketua kloter dan ketua rombongan,a�? imbau Plh Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah, Kementerian Agama NTB H Sirojuddin, kemarin (2o/8).

Bila jamaah haji tidak tertib, mereka bisa berdesak-desakan dengan jamaah dari negara lain. Hal itu membahayakan keselamatan jamaah, apalagi jamaah dari negara lain postur tubuhnya lebih tinggi, sementara jamaah asal Asia Tenggara umumnya memiliki tubuh kecil-kecil. Sehingga sangat berbahaya bila terjadi tabrakan antar jamaah. a�?Itu yang tidak kita inginkan,a�? katanya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Ia menjelaskan, panitia sudah membuatkan ketentuan terkait lontar jumrah. Bahkan sudah ada surat edaran dan jadwal. a�?Itu disosialisasikan ketua rombongan kepada para JCH, tinggal bagaimana jamaah untuk menaati imbauan itu,a�? jelasnya.

Misalnya, di hari pertama tidak melontar di siang hari, di hari kedua tidak melontar pada pagi hari. Artinya, ada jam-jam yang sudah ditentukan bagi jamaah asal Asia Tenggara untuk melontar, tujuannya adalah untuk menghindari tabrakan dengan negara lain.

a�?Petugas kloter sudah kita minta agar tetap memperhatikan kondisi para jamaahnya,a�? kata Sirojuddin.

Sementara itu, proses pemberangkatan Jamaah Calon Haji (JCH) asal NTB hingga kemarin sudah sampai pada kloter 7. Para JCH yang berasal dari Kota Mataram, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), dan Kabupaten Sumbawa tersebut masuk Asrama Haji pukul 19.00 Wita. Rencananya, mereka akan diberangkatkan hari ini (21/8) pada pukul 19.00 Wita, dari Lombok International Airport (LIA) menuju Jeddah, Arab Saudi. Mereka akan menggunakan pesawat Boeing 747-400, dengan kapasitas 455 penumpang. Total jamaah haji yang tergabung dalam kloter 7 berjumlah 350 orang.

Tapi pada kloter 6 yang diberangkatkan Minggu kemarin, satu orang JCH atas nama Selamet A MD, 45 tahun asal Ubung, Lombok Tengah, batal berangkat karena mengalami sakit diabetes basah, luka di bagian kakinya sudah cukup parah. Petugas akhirnya merawatnya di RSUP NTB untuk menjalani perawatan, jika kondisinya membaik maka ada kemungkinan diterbangkan. Tapi jika penyakitnya memburuk, maka petugas akan menunda hingga tahun depan sampai penyakitnya benar-benar sembuh.

a�?Kalau bisa sembuh sampai kloter terakhir mungkin bisa, tapi kalau sudah terlalu parah sepertinya harus ditunda,a�? katanya. (ili/far/run/r4/r5)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka