Ketik disini

Pendidikan

STMIK BUMIGORA MELAHIRKAN GURU BESAR

Bagikan

MATARAM a�� Eksistensi dan peran aktif Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Bumigora Mataram semakin membanggakan dan berprestise. Perguruan Tinggi Swasta ini sekarang telah mampu melahirkan seorang Guru Besar yang ekspert dibidang ilmu sistem informasi.

Dia adalah Prof.Dr. M.Tajudin, M.Si. Surat keputusan (SK) pengangkatannya sebagai guru besar dengan nomor: 75780/A2.3/KP/2017 tertanggal 6 Juli 2017, telah diserahkan Kopertis VIIIA� Bali Nusa Tenggara, Pada Sabtu (12/8) di Mataram.

a�?Hanya kampus yang berkualitas serta memiliki visi misi membangun bangsalah yang mampu mencetak Guru Besara�? Kata Ketua STMIK Bumigora Komariyuli Anwariyah saat memberikan sambutan.

Seiring hadirnya guru besar tersebut maka kualitas dan manajemen pendidikan menjadi urgen untuk diperhatikan. karena itu STMIK telah berupaya meningkatkan kualitas dan standar akademiknya dengan mengirimkan 9 orang Dosen untuk Studi Doktoral (S3) pada beberapa perguruan tinggi terbaikA�A�A� di Indonesia.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”164″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Kita memang terus berusaha memacu para Dosen untuk terus meningkatkan pengamalan nilai Tri Darmanya yaitu Penelitain, Pengabdian, dan Pengajarannyaa�? Imbuh Yuli dengan tegas.

Terkait dengan kualifikasi dosenA� yang disyaratkan harus memiliki passing grade bahasa inggris tertentu, bagi STMIK Bumigora memang menjadi tantangan berat guna meraih akreditasi yang lebih baik, apalagi saat ini STMIK telah masuk dalam visitasi akreditasi institusi.A� Untuk itu Yuli berharap akreditasi AIPT kali ini dapat memperoleh Grade a�?Aa�?.

a�?Saya yakin dengan kerjasama semua lini, manajemen yang terkontrol baik. Insya Allah kami bisa meraih itu sesuai dengan Standar Nasional Perguruan Tinggia�? jelas Yuli dengan penuh harap.

Sementara, Koordinator Kopertis VIII Bali Nusa Tenggara Prof DR I Nengah Dasi Astawa, MSi turut bangga dengan Kampus STMIK ini. Prestasi dan pencapaian kampus ini terbilang luar biasa karena termasuk satu-satunya PTS di Lombok yang mampu melahirkan satu-satunya pulaA� guru besar atau professor dalam lingkup PTS di Pulau ini. a�?Beliau (Bapak Prof Dr M Tajudin M.Si.)A� ini adalah satu-satunya di Kopertis wilayah VIII yang meraih guru besar dengan format baru persyaratan menjadi guru besar. a�?. Tegas Astawa dalam sambutannya.

SELAMAT : Koordinator Kopertis VIII Bali Nusa Tenggara Prof DR I Nengah Dasi Astawa bersalaman memberikan ucapan selamat kepada Prof.Dr.M.Tajuddin, M.Si

a�?Sekarang itu persyaratan dalam meraih guru besar adalah wajib menulis di majalah internasional bereputasia�? tegasnya kembali.

Pada kesempatan itu, Astawa juga mengungkapkan bahwa untuk menjadi guru besar sekarang ini tidaklah sulit, karena itu dirinya menghimbau bagi seluruh Doktor di Kopertis VIII ini, supaya segera mengajukan diri untuk menjadiA� guru besar.

a�?Di Kopertis Wilayah VIII Kami memiliki 6618 dosen, baik dosen negeri maupun dosen yayasan, tetapi dari jumlah itu baru 25 orang yang mencapai guru besara�? ungkapnya.

ProfA� DrA� M TajuddinA� M.SiA� selaku penerima SK Pengangkatan sebagai guru besar menyatakan rasa syukurnya. Apalagi usia STMIK Bumigora yang relatif masih muda, yakni 28 tahun, sudah bisa memiliki seorang guru besar di bidang ilmu sistem informasi. Dia pun mengungkapkan rasaA� bangganyaA� karenaA� pihakA� Kopertis Wilayah VIII langsung datang ke Mataram untuk menyerahkanA� SK itu. a�?BiasanyaA� kitaA� atauA� dariA� pihakA� penerima yang datang ke kantor Kopertis,a�? ujarnya

Terkait dengan tantangan yang akan dihadapi sebagai guru besar, Tajudin mengakuinya berat, dikarenakan menurut PERMENRISTEKDIKTI Nomor 20 tahun 2015, bahwa setiap guru besar diharuskan menulis pada jurnal internasional bereputasi, dalam tiga tahun akan dievaluasi baik dari jurnal terpublikasi dan setiap tahun pendidikan.

Mengenai penerapan ilmu system informasi dalam perguruan tinggi, Tajudin mengungkapkan bahwa perguruan tinggi akan didorong menuju smart campus. selama ini smart campus tersebut sudah didorong untuk dilakukan oleh perguruan tinggi besar ternama seperti UI, ITB, Telkom tapi belum berjalan. Untuk itu dirinya akan mendorong hal serupa yang nantinya diterapkan di kampus STMIK Bumigora sebagai Pilot Project Smart Campus.

Sementara itu Pembantu Ketua I Heroe Santoso, M.Kom menyatakan demi mendukung target-target pencapaian baik dari sisi standardisasi pendidikan atau infrastruktur yang memadai, saat ini telah dibangun gedung baru dan fasilitas kampus lainnya demi menghadirkan perkuliahan yang lebih representative bagi mahasiswa. terlebih lagi dengan akan diterapkannya pilot project tersebut. a�? Ini kami lakukan demi melayani mahasiswa yang jumlahnya semakin besar a�? jelas Heru.

Pada lain waktu Kepala Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) STMIK Bumigora MataramA� Adam Bachtiar, M.MT menjelaskanA� bahwa mahasiswa atau lulusan STMIK Bumigora selain mendapatkan Ijazah,A� juga dilengkapi dengan surat keterangan pendamping ijazah atau sertifikat keahlian, sertifikat itu nantinya dikeluarkan oleh LSP ini. a�?Kami saat ini menjadi lembaga sertifikasi yangA� pertama dan satu-satunyaA� yang ada di NTB yang sudahA� dilisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesia�? jelas Adam bangga.

Ia melanjutkan lulusan STMIK Bumigora dilengkapi dengan 3 jenis Bidang Keahlian yang pertama bidang keahlian rekayasa perangkat lunak, kedua bidang multimedia dan ketiga bidang network administrator. Sehingga dengan adanya sertifikasi keahlian sebagai pendamping ijazah itu, lulusan STMIK Bumigora sudah bisa diakui kompetensinya secara nasional. Ujar Adam.

Bagi Masyarakat luar yang ingin mendapatkan sertifkasi profesi serupa, STMIK Bumigora telah menjadiA� Tempat Uji Kompetensi (TUK) untukA� LSP Informatika. KeberadaannyaA� sebagai TUK telah diakui oleh LSPP3 Aktikom pusat dengan 5 Skema Uji keahlian yang meliputi : network administrator, programmer, IT project management dan enterprise arsitektur serta IT Auditor. (Azis/Adv).

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka