Ketik disini

Headline Sumbawa

Tiga KPH di KSB Jadi Model

Bagikan

TALIWANG a�� Tiga Kawasan Pengelolaan Hutan (KPH) di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dijadikan KPH model. Tiga KPH itu adalah KPH Sejorong, Brang Rea dan Mata Iyang. Ketiganya A�dijadikan KPH model untuk pengelolaan dan pemanfaatan kawasan hutan guna kepentingan investasi secara nasional oleh pemerintah pusat.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) KSB Hajamuddin mengatakan, tiga KPH itu model tertuang dalam Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang (RPHJP). Diterbitkan pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LKH) beberapa waktu lalu.

Dengan diterbitkan izin tersebut akan mempermudah para investor menanamkan modal. Investor mendapat kepastian investasi pada tiga KPH itu. Tidak seperti beberapa tahun lalu, kepastian rencana kegiatan investasi terganjal izin pemanfaatan hutan kawasan. Karena proses penerbitan izin harus mendapat rekomendasi dari pemerintah pusat melalui kementerian terkait.

a�?a��Mudah-mudahan ke depan semakin banyak investor yang mau investasi mengelola dan memanfaatkan kawasan hutan di tiga KPH tersebut,a��a�� harapnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”87″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Kata dia, sebelum dokumen RPHJP diterbitkan, sudah ada perusahaan yang mendapat rekomendasi untuk investasi dalam kawasan hutan KHP. A�Terutama di KPH Brang Rea.

Rencananya, akan ada satu perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang investasi untuk pariwisata. Namun, perusahaan itu belum melakukan kegiatan lebih lanjut.

a�?a��Tiga tahun terakhir ini, kegiatan investasi perusahaan itu tidak menunjukkan peningkatan. Karena masih diterbitkan dokumen RPHJP,a��a�� jelasnya.

Setelah diterbitkan dokumen RPHJP, sudah ada satu perusahaan yang berencana investasi di kawasan KPH Sejorong, PT Lembu Sejati. Perusahaan ini akan berinvestasi di bidang pengembangan dan penggemukan sapi. Untuk mendukung rencana itu, perusahaan meminta Pemda Sumbawa Barat menyediakan lahan sekitar 1.000 hektare.

Termasuk membantu menyediakan pembangunan sarana infrastruktur jalan. Namun, Pemda Sumbawa Barat belum menyetujui permintaan perusahaan tersebut. Pemerintah ingin mengetahui rencana dan komitmen kegiatan investasi mereka.

a�?a��Kita sangat terbuka menerima investor yang berniat menanamkan modal, tapi komitmennya harus jelas. Kita tidak mau menerima investor yang hanya datang membawa pepesan kosong,a��a�� katanya. (is/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka