Ketik disini

Praya

Tuntut Pekerjaan, Sopir Truk Blokir Jalan

Bagikan

PRAYA-Puluhan sopirA� truk pengangkut material bangunan di Praya Lombok Tengah (Loteng), melakukan aksi penutupan akses keluar sebuah depo penampungan material bangunan. Itu dilakukannya, karena mereka ingin dilibatkan bekerja.

Di tempat itu, terdapat penimbunan material bangunan berupaA� kerikil dan tanah uruk yang didatangkan dari Pringgabaya Lombok Timur (Lotim). Begitu diperlukan, material itu pun diangkut kembali ke proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Desa Kuta, Pujut.

a�?Tolong jangan memonopoli,a�? sindir Koordinator Lapangan (Korlap) aksi Mohammad Amin, Sabtu (19/8) kemarin di lokasi penimbunan material.

Kedatangan puluhan sopir truk itu pun, mendapatkan pengawalan polisi. Hanya saja, aparat tidak bisa berbuat banyak, begitu para sopir menutup akses keluar masuk ke lokasi penimbunan material. Akses jalan di depan Pasar Renteng pun, sempat macet.

Untungnya, aksi tidak berjalan lama. Itu setelah pihak perusahaan penyedia material PT Bunga Raya Marlaningtiyas menemui para sopir.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”105″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

A�a�?Masak kami menjadi penonton saja,a�? ujar para sopir dump truk.

Mereka pun menawarkan harga, per sekali angkut dari Renteng menuju Desa Kuta sebesar Rp 400 ribu.

A�a�?Tolong, kami punya anak istri di rumah. Libatkan kami,a�? harap para sopir.

Jika tidak, mereka mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar lagi. Bila perlu, akan melakukan penghadangan di pintu masuk Lotim-Loteng. a�?Berapa pun armadaA� truk yang diminta, kami sediakan,a�? lanjut Amin.

Menanggapi tuntutan para sopir dump truk, manager teknis PT Bunga Raya Marlaningtiyas merasa rugi, jika dump truk digunakan untuk mengangkut material yang dimaksud. Karena, ukuran truk tronton sama dengan tiga kali jumlah dump truk. Kecuali, harga per sekali angkut sebesar Rp 250 ribu.

a�?Kami siap melibatkan para sopir dump truk. Tapi, dengan harga sebesar itu. Silahkan dipertimbangkan. Mohon tidak menghalang-halangi,a�? ujarnya.

Ia mengatakan, sembari menunggu keputusan dari pihak sopir truk, perusahaan terpaksa menutup sementara operasional material di Renteng. Sementara, di tempat lain tetap berjalan seperti biasa. a�?Prinsipnya, kami tetap melibatkan para pekerja lokal, tidak ada monopoli,a�? kilah Marlaningtiyas.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka