Ketik disini

Headline Praya

Berharap Pada Sumur Bor untuk Atasi Kekeringan di Loteng

Bagikan

PRAYA-Persoalan kekeringan di Lombok Tengah (Loteng), seperti cerita sedih yang tak kunjung usai. Hampir setiap tahun peristiwa ini tetap terjadi. Bantuan penyaluran air bersih pun, menjadi solusi sementara. Namun, bukan menjadi jalan keluar terakhir.

a�?Padahal, kita sudah 72 tahun merdeka,a�? sindir Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Loteng H Muhamad, kemarin (21/8).

Seharusnya, kata Muhamad ada upaya dari pusat maupun provinsi, memutuskan mata rantai kekeringan yang dimaksud. Jika mengandalkan daerah, tentu anggarannya tidak cukup. Solusi yang tepat adalah, membangun sumur bor secara masal.

a�?Alhamdulillah, tahun ini kita mendapatkan 10 titik pembangunan sumur bor. Bantuan dari provinsi, mudah-mudahan bisa ditambah lagi,a�? harapnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”105″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Bantuan tersebut, terang Muhamad akan dialokasikan di beberapa desa di Praya Timur, Praya Barat, Praya Barat Daya dan Pujut. a�?Jangka pendek, kita akan salurkan air bersih. Sudah banyak desa yang minta,a�? katanya.

Mudah-mudahan, lanjut mantan Kabag Aset Setda Loteng tersebut, beberapa hari kedepan sudah didroping. Itu pun, kalau provinsi membantu mobil tangki air. Termasuk, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan Dinas Sosial (Dinsos) setempat. a�?Hari ini (Senin, kemarin) saya mengutus pejabat BPBD, untuk mengajukan permohonan bantuan yang dimaksud,a�? bebernya.

Prosedur permintaan droping air bersih, terangnya cukup warga melapor ke aparatur pemerintah desa masing-masing. Kemudian, desa bersurat ke BPBD. Setelah itu, bantuan diturunkan. Kendati demikian, tekan Muhamad cara semacam itu seharusnya tidak lagi dilakukan. Jika, mata rantai kekeringan diputuskan.

Lebih lanjut, pihaknya berharap pemerintah desa ikut membantu Pemkab, mengatasi kekeringan. Dengan cara, mengalokasikan dana desa untuk pembangunan sumur bor, tandon air dan pipanisasi. a�?Alhamdulillah, kalau di Selong Belanak aman-aman saja,a�? kata kepala desa (kades) Selong Belanak Lalu Yahya, terpisah.

Sejak awal, kata Yahya pemerintah desa mengutamakan ketersediaan air bersih bagi warganya. Hampir setiap kepala keluarga (KK), memiliki sumur manual dan sumur bor. Sumber mata airnya pun melimpah ruah. a�?Kuncinya, perhatikan kedalaman galian. Itu saja,a�? pesannya.

a�?Di tempat kami juga seperti itu, Alhamdulillah. Kecuali, kekeringan lahan pertanian saja.,a�? cetus kades Pengembur Supardi Yusuf.

Ia menambahkan, jika di desa lain mengalami krisis air bersih, di Pengembur sudah tidak ada lagi. Itu setelah, sebagian dana desa dialokasikan untuk pembangunan sumur bor. a�?Semoga desa-desa di wilayah Praya Timur, melakukan kebijakan yang sama,a�? tambah Camat Praya Timur Lalu Muliardi Yunus.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka