Ketik disini

Feature Headline

Rahasia Kelurahan Banjar Raih Juara 1 Lomba Kelurahan Regional IV

Bagikan

Banjar hanya kelurahan kecil di pinggir pantai. Tidak ada potensi alam atau budaya yang bisa mengangkat kelurahan ini. Namun berkat kreatifitas warganya, Banjar meraih predikat sebagai Kelurahan Terbaik Regional IV Wilayah Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

***

Kantor Kelurahan Banjar, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram terletak di pinggir Sungai Jangkuk. Sekitar seratus lima puluh langkah dari jembatan yang membelah sungai terpanjang di Pulau Lombok ini. Setiap hari, Lurah Banjar, Muzakkir Walad, dan semua staf kelurahan harus melewati jembatan itu saat menuju kantornya.

Sungai Jangkuk memang kerap menjadi tempat pembuangan sampah. Sampah-sampah dari hilir ini lantas menumpuk di hulu, alias di wilayah Kelurahan Banjar.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”313″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Kondisi Sungai Jangkuk yang seperti ini mendapat perhatian istimewa Lurah Banjar Muzakkir Walad. Dia berupaya mengajak warganya menyulap sungai kotor agar bisa menarik.

Dari sana, maka terciptalah program seribu biopori untuk merespon persoalan Sungai Jangkuk. Dari program itu, satu persatu program lainnya bermunculan. Masyarakat mulai merespon dengan membuat ide dari berbagai persoalan yang dihadapinya di lingkungan.

a�?Kita tidak bisa merealisasikan mimpi kalau kita tidak membuat gerakan awal,a�? kata Muzakkir yang baru saja pulang dari Jakarta usai menerima piala dan piagam penghargaan dari Menteri Dalam Negeri RI. Kelurahan Banjar memang ditetapkan sebagai Kelurahan Terbaik Regional IV Wilayah Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Diakui, dirinya memang tidak dipilih oleh masyarakat setempat sebagai lurah. Artinya, kedekatan dengan masyarakat tidak dibangun dari bawah, tapi sebaliknya, dari atas. Namun hal ini menjadi tantangan baginya untuk dapat membangun kelurahannya. Pendekatan tentu dilakukan kepada warganya agar program yang dia telurkan dapat didukung.

a�?Motivasi saya membangun Kelurahan Banjar sebagai bentuk tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan oleh Wali Kota Mataram,a�? kata Muzakkir.

Muzakkir lantas menyiapkan konsep yang sudah dipelajarinya bertahun tahun selama pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) Jatinangor, tahun 2003 lalu. Dengan bekal tersebut, Muzakkir memulai semua ini dengan sebuah road map, yakni menjadikan Banjar sebagai Kawasan Ekowisata Terpadu.

Dari mimpi itulah, berbagai ide bermunculan. Lahirlah program Bersiul (bersih seribu langsung), IBRA (ini baru Banjar), Banjar Berkebun, Kardus Banjar, Kawis Krisant, Bank Sampah NTB Mandiri, Mural Spot, Green School, Festival Dedoro, Kampanye Lingkungan, dan program inovasi lainnya.

a�?Semuanya berasal dari satu mimpi, dan sesuai kebutuhan warga di masing-masing lingkungan,a�? jelas Muzakkir.

Selain itu, sebenarnya, tidak hanya program inovasi yang membuat Kelurahan Banjar terpilih menjadi yang terbaik. Muzakkir menjelaskan bahwa ada tiga aspek yang menjadi acuan penilaian pusat. Yakni aspek pemerintahan, kewilayahan, dan kemasyarakatan.

a�?Begitu banyak aspek yang menjadi penilaian. Maka pencapaian atas berbagai aspek tersebut tidak lepas dari bantuan dari berbagai pihak juga. Termasuk pemerintah Kota Mataram,a�? kata Muzakkir.

Keberhasilan Kelurahan Banjar saat ini tercapai atas usaha bersama. Muzakkir menganggap dirinyaA� hanya sebagai pembuat mimpi dalam selembar kertas. Masyarakat di Kelurahan Banjarlah yang membuatnya menjadi nyata. Sesuai dengan motto Kelurahan Banjar, yakni belajar dan bekerja bersama rakyat.

a�?Banjar yang berada di hilir, dekat daerah pesisir. Kuncinya sebenarnya ada di masyarakat,a�? kata Muzakkir.

Menurut Muzakkir, saat ini masih banyak yang harus dilakukan di Kelurahan Banjar. a�?Karena ini mimpi Kota Mataram, Kita yang diujunglah yang harus siap sedia menjadi ujung tombaknya. Bekerja dan belajar bersama rakyat.a�? tegas Muzakkir.

Terpisah, Camat Ampenan Zarkasyi berharap apa yang diraih Kelurahan Banjar bisa menjadi motivasi bagi kelurahan-kelurahan lainnya di Kota Mataram. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi pihaknya, untuk menularkan gerakan di Kelurahan Banjar ini ke kelurahan lainnya.

a�?Harapan kita, kelurahan lain bisa meniru prestasi ini,a�? tambahnya. (Fatih Kudus Jaelani, Mataram/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka