Ketik disini

Sumbawa

Siswi SMP di Sumbawa Diperkosa Tiga Pemuda

Bagikan

SUMBAWA—Kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di wilayah Plampang. Kali ini menimpa Bunga (bukan nama sebenarnya, red), 15 tahun.

Bunga diduga diperkosa oleh tiga pemuda di rumah kebun A�di Desa Prode, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa.

Menurut informasi, kasus dugaan pemerkosaan itu terjadi pada Kamis (17/8) A�sekitar pukul 22.00 Wita. Saat itu, korban diajak para pelaku ke rumah kebun di Peliuk Ai Santong.

Di lokasi, korban ditarik ke dalam sebuah rumah kebun. Di rumah kebun itulah para pelaku memperkosa korban bergiliran. A�Saat pelaku ketiga beraksi, korban berhasil A�menggigit tangan pelaku dan kabur.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”87″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Kasus A�tersebut selanjutnya diceritakan korban kepada orang tuanya. Mendengar cerita korban, orang tuanya langsung melapor ke Polsek Plampang.

Mendapat laporan ini, anggota Polsek Plampang langsung turun ke TKP. A�Polisi berhasil menangkap ketiga pelaku, yakni AR, RZ dan WN. Ketiganya digiring ke Polsek Plampang untuk diproses lebih lanjut.

Kapolsek Plampang IPTU Sarjan menceritakan,A� awalnya ketiga pelaku menjemput korban. Kemudian korban dibonceng menggunakan sepeda motor oleh AR. Sementara RZ dan WN berboncengan menggunakan sepeda motor lain. Mereka kemudian berhenti di sebuah kebun di Peliuk AI Santong, Desa Prode 2.

Tiba di lokasi, tangan korban ditarik lalu dibawa ke sebuah rumah yang ada di kebun A�tersebut. Di tempat yang gelap dan sepi itulah para pelaku memaksa korban melayani nafsu bejat mereka.

Korban, jelasnya, A�berusaha melawan dengan memberontak. Namun tidak berdaya, sehingga pelaku AR dan RZ berhasil memperkosa korban.

Dari keterangan korban dan tersangka, A�pelaku WN tidak sempat menyetubuhi korban. Karena korban berhasil menggigit tangannya dan kabur.

a�?a��Ketiga pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka,a��a�� kata Sarjan.

Sarjan menjelaskan, tersangka berinisial WN A�selain tunanetra, juga pernah terlibat kasus yang sama.WN pernah mendekam di penjara.

Secara terpisah, ayah korban, TN meminta para pelaku dihukum seberat-beratnya. Karena telah merusak kehormatan dan masa depan anaknya.

a�?a��Tidak ada maaf bagi mereka. Kami harap polisi memberikan hukuman yang berat terhadap pelaku,a�? tegasnya. (run/r4)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka