Ketik disini

Headline Kriminal

Wabup KSB Disebut Terima Rp 500 Juta

Bagikan

MATARAM-Sidang kasus korupsi Uang Persediaan (UP) Dikpora Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menyeret Wakil Bupati KSB Fud Syaifuddin. Orang nomor dua di KSB itu disebut menerima uang Rp 500 juta.

Tuduhan itu terungkap dari pengakuan terdakwa Elisawati dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Mataram, kemarin (21/8). Namun usai sidang, wabup membantah semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

Sidang yang dibuka pukul 14.30 Wita ini A�jaksa menghadirkan tiga A�saksi, termasuk wabup. Sebelum sidang Fud yang hadir denganA� safari warna abu sempat menyepi di ruang panitera muda Pengadilan Tipikor. Dia tidak menunggu di ruang saksi, yang telah disediakan pengadilan.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Nah, usai pemeriksaan dua saksi, giliran wabup diminta keterangan. Dihadapan hakim, Fud A�lebih banyak menjawab tidak tahu. Bahkan, dia mengaku sama sekali tidak mengetahui dugaan korupsi dana UP Dikpora KSB 2015 lalu itu.

a��a��Elisawati ini, saya tahu dari media. Dana UP juga saya tidak tahu,a��a�� kata wabup menjawab pertanyaan hakim.

Hanya saja, jawaban wabup kontras dengan bunyi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Kejari Sumbawa. Hakim pun menegurnya dengan membacakan ulang keterangan wabup di BAP. A�a��a��Di BAP, saudara mengaku mengetahui. Kenapa di sini bilang tidak tahu,a��a�� kata hakim.

Mendapat pertanyaan itu, wabup kembali berkelit bahwa dia mengetahui kasus itu dari media. a��a��Saya awalnya tidak tahu, saya hanya tahu dari media. Makanya dituangkan dalam BAP,a��a�� kelit wabup.

Ketika ditanya perihal jumlah dana yang diduga dikorupsi, wabup lagi-lagi menjawab tidak tahu. Sementara, dalam BAP, dia menyebutkan UP itu dua kali pencairan. Wabup berdalih lagi bahwa keterangannya dalam BAP itu hasil konfirmasi dari jaksa. Pencairan uang Rp 600 itu juga dia ketahui dari pemberitaan media. a��a��Uang itu dicairkan Elisawati dan saya tahu dari baca Koran,a��a�� ungkap dia.

Mendapat jawaban berkelit-kelit, hakim pun meminta wabup menceritakan sehingga dia mengenal terdakwa Elisawati. Fud menuturkan, awalnya terdakwa mendatangi dirinya, yang saat itu menjabat wakil ketua DPRD KSB. Terdakwa meminta bantuan agar dipindahtugaskan ke Dikpora. a��a��Sebelumnya terdakwa tugas di BPMDes,a��a�� ujarnya.

Wabup A�bersedia membantu terdakwa dan menghubungi Bupati KSB HW Musyafirin, yang saat itu menjabat Sekda. a��a��Saya cuma minta bantuan secara lisan kepada sekda (Bupati KSB),a��a�� beber dia. a��a��Saat sekda mempertimbangkannya A�ternyata dikabulkan,a��a�� tambah dia.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, hubungan perbuatan terdakwa dengan dirinya. Dia menegaskan, dirinya sama sekali tidak terkait dengan kasus tersebut. a��a��Saya tidak tahu. Saya tidak paham kasus ini,a��a�� terangnya.

Wabup tidak menampik saat menjadi wakil ketua DPRD 2015 lalu, dia membawahi bidang pendidikan. Namun selama menjabat tidak pernah membahas anggaran tersebut.

Usai mendengar kesaksian wabup, hakim meminta terdakwa Elisawati menanggapinya. Kesempatan itu dimanfaatkan terdakwa untuk menganulir keterangan wabup. a��a��Ada benar dan ada tidak benarnya,a��a�� tegas terdakwa.

Terdakwa membantah keterangan wabup yang menyebutkan tidak terlalu mengenalnya. Menurut dia, Fud sangat kenal dengan dirinya. Tidak hanya itu, saksi juga mengetahui perihal uang tersebut. a��a��Saya bantu beliau dengan uang dan barang. Memang tak ada yang liat saya kasih uang. Tapi suami saya yang antar saat itu,a��a�� tegasnya.

A�Dia mengaku telah memberikan uang Rp 500 juta kepada wabup. Dana itu dicomot dari dana UP. a��a��Iya. Saya kasih langsung kepada wabup Rp 500 juta,a��a�� ujarnya.

Uang itu diantar ke rumah wabup. Saat itu, dia ditemani suaminya, Joni. Hanya saja, suaminya tidak menyaksikan penyerahan uang itu. a��a��Uang itu diserahkan sekaligus,a��a�� pungkasnya.

Sementara, wabup yang dikonfirmasi mengenai bantuan uang dan barang dengan tegas membantahnya. Fud menegaskan, dia tidak pernah menerima apapun dari terdakwa. a��a��Itu tidak benar. Saya tidak pernah terima uang. Biasa itu pembelaan dari terdakwa,a��a�� jawabnya santai.

Sebelum meninggalkan pengadilan, wabup didatangiA� terdakwa. Di situ, Fud terlihat menarik tangan terdakwa. Mereka nampak akrab dan berbincang menggunakan bahasa Sumbawa. Sesekali wabup nampak menepuk pundak terdakwa yang mengenakan bajuA� merah muda bermotif bunga.

Diketahui, pada 2015 lalu Dikpora memiliki UP sekitar Rp 1 miliar. Dana itu menunjang sejumlah program kegiatan yang dilaksanakan pada dinas tersebut.

Anggaran tersebut telah dicairkan Rp 600 juta. Hanya saja, pemakaiaannya tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh terdakwa, yang saat itu menjabat Bendahara Dikpora. (jlo/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka