Ketik disini

Headline Metropolis

Atasi Kekeringan Butuh Upaya Luar Biasa

Bagikan

MATARAM-Penanganan kekeringan tidak bisa dilakukan dengan cara biasa. Karena sudah menjadi penyakit tahunan, maka mestinya pemerintah menyiapkan langkah luar biasa. Tidak melulu hanya mengandalkan pasokan air bersih dari mobil tangki.

Upaya luar biasa yang bisa dilakukan seperti langkah Pemprov NTB membenahi masalah jalan provinsi. Penanganan kekeringan juga bisa menggunakan sistem anggaran tahun jamak, atau proyek multi years. Dengan demikian, pemerintah bisa fokus untuk mengatasi kekeringan dengan target jelas dalam jangka waktu yang terukur.

Sekretaris Komisi II DPRD NTB Yek Agil mengatakan, menjadi mutlak pemerintah harus memiliki data base yang akurat mengenai titik mana saja yang kekeringan. Tidak hanya jumlah penduduk yang terdampak, tetapi juga kondisi geologi wilayah tersebut, sehingga bisa diketahui potensi sumber daya air yang bisa dimanfaatkan. Kemudian dibuatkan klasifikasi tingkat keparahan kekeringan.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Maka tentu treatment akan mudah kita lakukan sesuai klasifikasi tingkat kekeringan,a�? kata politisi PKS itu.

Selanjutnya, pemerintah harus memperbaiki saluran drainase-drainase yang ada serta merevitalisasi embung-embung milik rakyat. Kebanyak embung di NTB mengalami pendangkalan akibat sedimentasi yang menumpuk, sehingga daya tampung airnya menjadi berkurang. a�?Ketika musim kemarau tidak banyak air yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat,a�? katanya.

Selain merevitalisasi embung, melalui program pembangunan juga perlu dibangun embung-embung baru yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan air dalam jangka panjang. Terutama di daerah yang menjadi langganan kekeringan, karena itu data base sangat menentukan penanganan kekeringan.

a�?Yang tidak kalah pentingnya adalah memastikan ada program khusus bagi daerah langganan kekeringan,a�? sarannya.

Dengan program khusus itu, minimal kebutuhan untuk MCK warga terpenuhi, sehingga ketika kekeringan mereka tidak kewalahan. Di samping itu,A� upaya reboisasi harus dimaksimalkan. Hal itu bertujuan agar keseimbangan alam tetap terjaga.

Sebab, cuaca saat ini sangat tidak menentu, musim kemarau dan musim hujan selalu berubah. Bila mengandalkan air hujan tentu tidak bisa, maka solusinya adalah dengan pemanfaatan air bawah tanah.

a�?Mungkin perlu diperbanyak pengadaan sumur bor,a�? katanya.

Dari sisi manajemen, maka koordinasi antar instansi pemerintah harus diperkuat. Baik antar Pemprov NTB dengan pemerintah kabupaten, sehingga lebih fokus danA� terkoordinir. Sebab, selama ini penanganan kekeringan terkesan jalan sendiri-sendiri. Dengan peta kekeringan yang terpadu dan diperkuat dengan koordinasi yang bagus, maka masalah kekeringan bisa lebih maksimal.

a�?Dan perlu ada dukungan anggaran yang lebih untuk penanganan kekeringan ini,a�? katanya.

Salah satu solusi anggaran yang bisa ditempuh adalah dengan menerapkan sistem jamak, atau multiyears. Sehingga alokasi anggaran bisa lebih besar dan penanganan juga akan lebih fokus, seperti penanganan infrastruktur jalan yang saat ini sudah baik.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin mengatakan, pemerintah terus berupaya mengatasi kekeringan, seperti dengan pengadaan sumur bor, pemanfaatan air waduk, pemanfaatan bendungan dengan program pipanisasi.

a�?Juga pemanfaatan dan penggunaan dana desa,a�? katanya. (ili/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka