Ketik disini

Giri Menang

Asuransi Tani Minim Peminat

Bagikan

GIRI MENANG-Program asuransi usaha tani padi (AUTP) menjadi perhatian Dinas Pertanian dan Peternakan Lobar. Pasalnya, program pemerintah ini masih minim peminatnya.

Padahal, program asuransi ini diharapkan dapat memberikan kesejahteraan kepada petani. Melalui asuransi ini kerugian usaha tani ketika terjadi bencana alam atau musibah dapat ditutupi.

a�?Jika terjadi risiko gagal panen akan mendapat jaminan dari perusahaan asuransi ini,a�? kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Lobar H Muhur Zokhri, kemarin (23/8).

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”86″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Dijelaskan, AUTP merupakan produk asuransi pertanian yang disalurkan pemerintah melalui PT Jasindo . Sayangnya, program AUTP yang baru berjalan dua tahun masih minim peminat. Karenanya, pihaknya akan lebih mensosialisasikan program ini ke petani.

Sawah yang telah diasuransikan nantinya akan mendapat jaminan ganti rugi. Dengan catatan, gagal panen akibat bencana alam seperti banjir dan kekeringan serta akibat penyebaran organisme penganggu tanaman.

Hingga kini, realisasi tersebut masih jauh dari target, karena produk asuransi pertanian ini baru diluncurkan pada awal 2016. Sehingga masih banyak petani yang belum mengetahui manfaatnya akibat minimnya sosialisasi.

Guna menggenjot kelompok AUTP, dinas akan menyosialisasikan dan memberikan pemahaman kepada para petani. Caranya, dengan menggandeng pemerintah daerah setempat dan penyuluh pertanian di lapangan.

a�?Program asuransi pertanian sebagai upaya mewujudkan program pemerintah menuju kedaulatan pangan,a�? jelasnya.

Selain itu, untuk memudahkan para petani menjadi peserta asuransi pertanian, pemerintah memberikan subsidi sebesar 80 persen untuk pembayaran premi dari total Rp180.000 per ha. Artinya, setiap musim tanam lahan telah disubsidi dan petani hanya membayar sisa premi sebesar 20 persen.

a�?Dari premi yang dibayarkan tersebut, klaim atau ganti rugi yang akan dibayarkan sebesar Rp 6 juta per ha bagi petani gagal panen, ganti rugi tersebut kita berikan supaya menjadi modal petani untuk bisa menanam kembali,a�? papar Muhur.

Selain sosialisasi, pihaknya mengupayakan pada pemerintah daerah agar memprogramkan asuransi tani ini melalui raperda. Dalam raperda ini pemda akan menanggung pembayaran premi petani sebesar Rp 36 ribu. (ewi/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka