Ketik disini

Selong

Bantuan RTLH Dinilai Setengah Hati

Bagikan

SELONG-Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) melalui Dinas Perumahan dan Pemukiman telah menganggarkan Rp 9 miliar untuk perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang ada di Lotim. Sayangnya, dalam realisasinya bantuan pemerintah ini terkesan setengah hati. Karena, sejumlah rumah yang mendapat bantuan masih belum layak.

a�?Kami dapat bantuan semen 10A� sak, batako dan asbes. Itu nggak cukup untuk bangun rumah akibatnya kami yang nambah sendiri biayanya,a�? aku Inaq Rahman, salah seorang warga Dusun Saung Desa Wakan Kecamatan Jerowaru.

a�?Itu pun rumahnya belum jadi, bisa dilihat sendiri,a�? sambung perempuan tersebut menunjuk rumahnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”85″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Tidak ada kusen, semen yang kurang, asbes serta bahan lainnya juga diungkapkan belum lengkap. Total bantuan yang didapatkan Inaq Rahman sekitar Rp 7 juta. Jumlah tersebut masih kurang sehingga ia pun harus mengeluarkan uang sekitar Rp 6 juta. a�?Bisa dilihat sendiri ini rumahnya. Padahal belum jadi tapi sudah ditinggal sama tukangnya, terpaksa kami lanjutkan sesuai kemampuan,a�? sesalnya.

a�?Sedikit juga yang dapat di sini mas. Banyak yang rumahnya masih jelek-jelek tapi nggak dapat bantuan,a�? sambungnya.

Senada dengan itu, Inaq Koden mengaku telah mengajukan diri untuk beberapa kali mendapat bantuan rehab RTLH. Sayang hingga saat ini, dirinya belum juga direspon pemerintah. Rumah kecil berukuran 2,5 X 4 meter berdindingkan bambu dengan atap bocor terpaksa ia tempati bersama lima anggota keluarga lainnya. a�?Kalau hujan kami harus numpang ke rumah tetangga,a�? tuturnya.

Hal ini jauh berbeda dengan bantuan RTLH di wilayah perkotaan. Dari pantauan Lombok Post, bantuan rehab RTLH di beberapa wilayah Selong cukup bagus. Satu rumah diberikan bantuan bahan bangunan hingga mencapai Rp 15 juta. a�?Alhamdulillah, kami bisa punya rumah bagus sekarang. Baru tiga bulan ini jadi, total sekitar Rp 15 juta bantuan dalam bentuk bahan bangunan yang dikasih,a�? tutur Amaq Andi warga Kelurahan Geres.

Rumah Amaq Gandi terlihat lebih baik. Dengan dinding batako yang sudah lengkap dibalut semen dan atap yang kokoh. Jauh berbeda dengan bantuan rumah milik Inaq Rahman di Desa Wakan Jerowaru yang seolah belum terlihat direhab.

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Lotim, Mudahan yang coba dikonfirmasi Lombok Post via ponselnya kemarin tidak mersepon.A� Namun sebelumnya ia mengungkapkan Pemkab Lotim telah menganggarkan dana sebesar Rp 9 miliar untuk rehab atau peningkatan kualitas RTLH. Anggaran tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Kalau tahun lalu untuk bantuan rehab RTLH itu anggarannya Rp 7,5 juta. Untuk tahun ini kemungkinan naik menjadi Rp 15 juta,” kata dia.

A�Selain memetakan RTLH, rencananya Mudhan juga akan meminta pada kecamatan untuk mendata rumah yang memiliki kondisi baik maupun sedang. A�Sarana infrastruktur seperti sanitasi juga akan menjadi salah satu pehatian Dinas Pemukiman dan Kebersihan. Mengingat keberadaan kawasan kumuh ini tidak terlepas dari kondisi sanitasinya. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka