Ketik disini

Kriminal

Koruptor Bisa Dihukum Cuci Toilet

Bagikan

MATARAM-Pembangunan gedung Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) baru, dirasa tidak cukup untuk mengatasi masalah over kapasitas. Perlu ada terobosan tentang hukuman lain, selain pidana di dalam penjara.

Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani mengatakan, tahun depan komisinya A�telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan sejumlah Lapas di bawah Kementerian Hukum dan HAM. a�?Di pagu anggaran untuk Kemenkumham tahun 2018 ada alokasi untuk pembangunan Lapas,a�? kata dia usai kunjungan di Polda NTB sekitar pukul 18.00 Wita, kemarin (23/8).

Hanya saja, kata Arsul, pembangunan Lapas baru tidak bisa mengatasi over kapasitas yang selama ini menjadi problem. Harus ada perubahan pola pemidanaan di Indonesia bagi setiap pelaku tindak kejahatan.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Selama ini, setiap pelaku tindak pidana, baik itu korupsi, narkotika, hingga kriminal umum, pasti akan berakhir di penjara setelah mendapat vonis hakim. Siklus ini yang akhirnya membuat penjara terus semakin sesak.

a�?Kalau kita tidak mengubah politik hukum kita tentang pemidanaan, semua orang dikirim ke penjara, maka akan terus seperti itu,a�? kata dia.

Karena itu, Komisi III terus mendorong upaya tersebut melalui revisi KUHP. Di dalam revisi itu, kata Arsul, ada aturan tentang pidana denda dan kerja paksa bagi pelaku tindak pidana. Ini akan menggantikan hukuman penjara bagi mereka yang terbukti bersalah.

Misalnya untuk pidana korupsi. Kata wakil rakyat dari Jawa Tengah ini, untuk koruptor dengan nilai kerugian negara kecil, tidak perlu hingga mendekam di dalam penjara. Mereka bisa saja disuruh untuk melakukan kerja sosial, seperti membersihkan jalanan atau toilet di terminal.

a�?Tentunya itu dilakukan setelah uangnya dikembalikan,a�? ujarnya.

Begitu pula dengan kasus narkotika. Khusus untuk orang yang murni melakukan penyalahgunaan, dalam artian hanya sebagai pemakai, tidak perlu untuk masuk penjara. mereka bisa langsung direhabilitasi atau menjalani kerja sosial.

a�?Ini sudah disetujui. Dan nanti tinggal di adopsi saja,a�? pungkas dia.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka