Ketik disini

Kriminal

Suami Melarikan Diri, Istri Diciduk Polisi karena Simpan Sabu

Bagikan

MATARAM-RS (inisial, Red) terancam melahirkan di dalam penjara. Meski tengah hamil lima bulan perempuan 19 tahun ini diangkap tim Subdit III Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda NTB.

RS ditangkap dalam sebuah operasi yang dilakukan polisi di Lingkungan Karang Bagu, Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, pada Rabu (16/8) lalu. Sekitar pukul 18.00 Wita, tim Subdit III Ditresnarkoba menangkap RS di kediamannya

Saat penangkapan terdapat enam orang lainnya selain RS. Mereka diduga baru saja menggunakan narkotika di rumah RS. Dugaan tersebut menguat saat dilakukan tes urine atas keenamnya.

a�?Hasilnya positif. Jadi mereka kita amankan juga, tapi dilanjutkan dengan upaya rehabilitasi,a�? kata Kasubdit III Ditresnarkoba Polda NTB AKBP AA Gede Agung, kemarin (23/8).

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Setelah mengamankan para pelaku, polisi melanjutkan dengan melakukan penggeledahan. Hasilnya ditemukan barang bukti, antara lain satu poket sabu dengan berat 3,43 gram di dalam kotak minyak rambut, A�alat hisap, satu timbangan elektrik, dan 12 pipet kaca.

Bagaimana dengan RS? Kata Agung, yang bersangkutan telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Padahal aktivitas penyalahgunaan narkotika di rumahnya, bukan didalangi RS. Tetapi oleh suaminya yang justru kabur saat penggerebekan tersebut.

RS juga mengaku kepada polisi jika barang bukti yang ditemukan polisi merupakan milik suaminya. Hasil tes urine yang bersangkutan juga ternyata negatif dari zat metamfetamine. Meski demikian, dia tetap dijadikan tersangka dan dikenakan Pasal 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

a�?Secara spesifik, RS ini mengetahui kegiatan suaminya. Jadi kita kenakan Pasal 112,a�? beber Agung.

Untuk suami RS dengan inisial O, Agung mengatakan masih dalam pengejaran jajarannya. Polisi juga telah memasukkan O dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

a�?Sudah masuk DPO. Nanti kalau tertangkap, terpisah berkasnya dengan istrinya, pasal yang dikenakan juga berbeda,a�? kata Agung.

Sementara itu, RS memilih diam saat ditanya wartawan mengenai aktivitas suaminya. Termasuk penangkapan yang dilakukan polisi terhadap dirinya, meski saat ini dia dalam kondisi hamil.

a�?Iya hamil lima bulan,a�? akunya.

A�A�Bandar Sabu Tertangkap di Labuhan Haji

A�Selain di Karang BaguA� Tim Subdit III Ditresnarkoba Polda NTB melakukan penangkapan di Labuhan Haji, Lombok Timur (Lotim). Di sini, polisi meringkus A�terduga pengedar sabu dengan inisial JM, pada Sabtu (12/8) lalu.

Menurut keterangan polisi, JM kerap menjual sabu dalam paket besar. Konsumennya merupakan pengedar-pengedar yang menjual sabu dalam poketan kecil. Karena itu, dalam satu kali transaksi, JM biasa menjual sabu dengan berat minimal 5 gram dalam satu poket.

Bisnis sabu yang dilakukannya, diakui JM baru berlangsung dalam tiga bulan terakhir. Namun A�informasi yang diperoleh polisi justru menyebutkan jika JM telah lebih dari tiga bulan menjual sabu.

Karena itu, setelah melakukan rangkaian penyelidikan, pria 41 tahun ini ditangkap di rumahnya di Dusun Mandar, Desa Labuhan Haji, Kecamatan Labuhan Haji, Lotim. Polisi melanjutkan penangkapan itu dengan menggeledah rumah JM.

Hasilnya, barang bukti berupa narkotika seberat 4,19 gram ditemukan polisi di dalam bungkus rokok. Ada juga botol dan pipet kaca yang biasa digunakan sebagai alat menghisap sabu.

a�?Urine pelaku juga positif. Dua hari sebelum penangkapan, dia mengaku telah memakai sabu,a�? kata Kasubdit III Ditresnarkoba Polda NTB AKBP AA Gede Agung.

Agung mengatakan, sabu yang dijual JM didapatkan dari bandar sabu dengan inisial A. Polisi kini masih melakukan pengejaran terhadap A.

a�?Belinya masih di wilayah Lotim juga,a�? ungkap Agung.

Atas perbuatan JM, dia disangka dengan Pasal 114 ayat 1, Pasal 112 ayat 1, dan Pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. ancaman hukumannya mencapai 20 tahun di dalam penjara.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka