Ketik disini

Headline Sumbawa

Tanda Tangan Konsultan Dipalsukan

Bagikan

SUMBAWA– Konsultan pengawas pembangunan bronjong pengaman kuburan Desa Mura, Kecamatan Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kembali diperiksa, Rabu kemarin (23/8). Dalam pemeriksaan ini, konsultan pengawas mengaku bahwa tandatangannya dipalsukan.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Sumbawa Erwin Indrapraja mengakui adanya pemeriksaan tersebut. Pihaknya memeriksa dua konsultan pengawas. Yakni Muhammad Dahyar dan Aan Hendrawan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memperdalam materi sebelumnya.

a�?a��Kebetulan pengawasnya bukan Dahyar. Aan inilah yang menggantikan dia. Karena itu kami periksa keduanya,a�? ujar Erwin di sela-sela pemeriksaan, kemarin.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”87″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

A�Kejaksaan melakukan pendalaman terkait tupoksi keduanya selaku konsultan pengawas. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah mereka berdua benar-benar bekerja atau tidak. Namun menurut keterangan mereka bahwa di lokasi tersebut tidak ada pengerjaan. Mereka mengaku tandatangannya dipalsukan.

a�?a��Ini yang kami perdalam lagi,a�? terang Erwin.

Diketahui, kasus ini terjadi pada 2016 lalu.A� Proyek bronjongA�pengaman kuburan di Desa Mura, Kecamatan Brang Ene, KSB fikti. Adapun nilai proyeknya sebesar Rp 92 juta lebih bersumber dari APBD KSB tahun 2016. Pelaksanaannya di bawah Dinas PU KSB.

Dana pembangunannya sudah dicairkan 100 persen. Namun, pelaksanaannya sama sekali tidak dilakukan. Diduga kuat, dilakukan pemalsuan tanda tangan sejumlah pihak terkait guna pencairan dana tersebut.

A�Tim Kejari Sumbawa juga sudah turun melakukan cek lokasi. Hasilnya, tidak ada pembangunan sama sekali di lokasi tersebut.Kejari sudah memeriksa kontraktor pelaksana, Abdul Gafur. Setelah diperiksa sebagai saksi, Gafur langsung ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini, Gafur sudah ditahan dan dititip di Lapas Sumbawa. (run/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka