Ketik disini

Selong

Ali BD: Tidak Ada Rumah Tidak Layak Huni di Lombok Timur

Bagikan

SELONG-Bupati Lombok Timur (Lotim) Ali BD menolak anggapan bahwa di Lotim masih terdapat banyak rumah yang tidak layak huni. Hal ini dikarenakan sejak kepemimpinannya di tahun 2013 lalu, ia telah meminta kepada setiap kepala Desa untuk menganggarkan perbaikan 25 unit rumah tiap tahunnya dari Anggaran Dana Desa.

a�?Setiap desa saya wajibkan 25 perbaikan rumah yang tidak layak huni dari Anggaran Dana Desa. Itu semenjak saya jadi Bupati,a�? tegasnya.

Langkah ini diambilnya sebagai bentuk komitmennya untuk menuntaskan persoalan rumah tidak layak huni yang ada di Lotim. Sehingga, jika dikalkulasikan 239 desa yang ada di Lotim masing-masing memperbaiki 25 unit rumah, otomatis RTLH yang dibenahi per tahun mencapai 5.975 unit.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”85″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Sehingga, dalam empat tahun masa kepemimpinannya sebanyak 23.900 unit berhasil diperbaiki. Sayangnya, jumlah ini masih kurang. Karena data Dinas Perumahan dan Pemukiman Lotim, di tahun 2013 lalu 56.000 unit lebih rumah yang tidak layak huni. Hanya saja, perbaikan RTLH ini juga dikepung oleh anggaran dari pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat melalui APBN.

a�?Kami yang paling banyak memperbaiki. Kelurahan juga sudah saya minta ikut memperbaiki. Jadi sudah tidak adaA� rumah yang tidak layak huni di Lotim,a�? jelasnya.

a�?Kalau tidak layak, sudah pergi sih orangnya,a�? sambungnya.

Tak hanya di pedesaan, Ali BD juga mengaku telah menganggarkan masing-masing Rp 1 miliar di tiap kelurahan. Sementara Wakil Bupati Lotim H Haerul Warisin mengungkapkan, perbaikan RTLH menjadi program prioritas pemerintah daerah di tahun pertama, kedua dan ketiga. a�?Tapi di tahun keempat ada yang harus lebih dituntaskan. Namun RTLH tetap jalan sesuai jumlah yang mampu kita berikan,a�? ungkapnya.

RTLH diakui H Iron, sapaannya menyebar di semua daerah. Mulai dari Jerowaru, Sapit, Sembalun hingga wilayah perkotaan. Pemerintah Lotim dikatakannya telah menjadikan perbaikan RTLH ini sebagai prioritas. a�?Selain dari bersumber dari APBD itu juga ada APBDN,a�? ungkapnya. Inilah yang kemudian menyebabkan terjadinya perbedaan jumlah bantuan untuk tiap RTLH.

a�?Karena APBN anggarannya lebih besar, mereka kasih lebih banyak. Tapi kami di daerah karena semuanya mau dapat, kami sesuaikan dengan kemampuan. Yang penting warga tetap mendirikan rumah dengan konsep bantuan gotong royong masyarakat,a�? terangnya.

Sementara untuk indikator layak atau tidak layaknya sebuah rumah yang mendapat bantuan rehab, H Iron mengaku pihak desa yang menentukan. Yang jelas, perbaikan RTLH dikatakannya menjadi visi misi pemerintah Lotim ke depannya.

Sementara Kabag Humas dan Protokol Setda Lotim Ahmad Subhan menerangkan, setiap tahun Pemkab Lotim ditarget perbaikan RTLH sebanyak 3.250 unit. Ini berdasarkan Mou pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten kota yang ada di NTB. a�?Dan kami di Lotim mampu melampaui target itu sejak tahun 2013 dengan kebijakan pak bupati yang menganggarkan perbaikan 25 rumah per desa tiap tahun ini,a�? tandasnya. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka