Ketik disini

Giri Menang Headline

Anak Dilaporkan ke BP, Wali Murid a�?Ngamuka�? di Sekolah

Bagikan

GIRI MENANG-Sejumlah orang tua mengamuk dan memprotes tindakan Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Dasan Geres, Lobar. Mereka menyesali sikap kepala sekolah yang melaporkan tindakan para mantan anak didiknya itu kepada Guru Bimbingan dan Penyuluhan (BP) masing-masing sekolah. Langkah itu diambil tanpa adanya pemberitahuan lebih dahulu atau melibatkan orang tua.

Perlu diketahui, para siswa alumni SDN tersebut melakukan sejumlah perbuatan tidak baik di SDN 2 Dasan Geres usai jam sekolah. Mereka mencoret tembok sekolah dengan menuliskan beberapa perkataan kotor, melakukan trek-trekan di dalam sekolah, hingga mengkonsumsi minuman keras tradisional atau tuak.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”86″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Dia (Kepsek) tidak memberitahu orang tua, tapi langsung ke sekolah SMP (tempat siswa), saya tidak tahu sama sekali persolan ini,a�? ungkap Ida Sri Darmayati salah seorang wali siswa, kemarin (24/8).

Mendapat kabar tersebut, dirinya langsung menghubungi dan menanyakan tindakan yang dilakukan anaknya kepada kepala sekolah. Dan menyatakan, bersedia dipanggil jika tekait persoalan tersebut.

a�?Kalau ini persoalan anak-anak, kami mohon selaku orang tua dipanggil, biar kami hukum dan memberikan pembelajaran. Jangan sampai ini membias kemana-mana, soalnya jadi tekanan bagi anak-anak kami,a�? keluhnya.

Terkait tingkah laku yang dilakukan beberapa anak tersebut, ia tak menampik. Sebab hampir sebagian benar dilakukan. Namun, akibat pelaporan yang dilakukan kepala sekolah tersebut ke beberapa SMP, seperti SMP 4 Gerung, SMP 1 Gerung, dan Ponpes Nurul Hakim, dirasa Ida membuat persoalan melebar.

a�?Yang saya sesalkan persoalan ini keluar kemana-mana. Harusnya orang tua dipanggil, rumah kami juga tak jauh, apalagi guru dan kepala sekolahnya masih keluarga,a�? sesalnya lagi.

Menurutnya, kejadian yang dilakukan para siswa tersebut bukan menjadi tanggung jawab pihak SDN. Mengingat kejadian tersebut berlangsung di luar jam sekolah dan para siswa sudah lulus dari SDN tersebut.

Selain itu, dari keterangan anaknya dan beberapa siswa lainnya, anak-anak sempat diintimidasi untuk mengakui perbuatannya. Bahkan, jika tak mengaku akan dilaporkan ke aparat penegak hukum serta ijazah SD terancam tak diberikan.

a�?Anak-anak jangan diintimidasi lagi, ini anak-anak loh. Baru kelas satu SMP, dan baru tiga bulan keluar dari sini. Ijazah tolong diberikan, kami tidak menuntut hari ini (keluar) tapi kapan ijazah itu keluar,a�? cetusnya.

a�?Yang terakhir surat pernyataan, kenapa SMP yang membuat surat pernyataan terkait kelakuan anak-anak kami, seharusnya orang tua yang membuat,a�? tambah Ida lagi.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 2 Dasan Geres Hj Siti Sumenah membantah adanya intimidasi. Dirinya tidak pernah mengeluarkan bahasa-bahasa tersebut.

a�?Tidak pernah saya bilang seperti itu,a�? ujarnya.

a�?Ibu Gurunya di SMP yang bilang, jangan macam-macam di sekolah itu (SD), soalnya sampai nanti kamu jadi pegawai, polisi, atau guru tetap kamu terhubung dengan bu kepala sekolah (SDN 2 Dasan Geres), dia yang menandatangani ijazah,a�? jelas Sumenah.

Ia menceritakan, kejadian tersebut berlangsung seminggu yang lalu. Para siswa menulis perkataan kotor di tembok sekolah, dan saat itu pihaknya hanya menindaklanjuti dengan mengecet kembali tembok yang dicoret.

Namun setelah beberapa hari dari kejadian tersebut, perbuatan kembali terulang di papan ruang kelas. Ditambah, kelakuan tidak baik lainnya seperti trek-trekan dan mengkonsumsi minuman keras.

a�?Sehingga untuk mengetahui pelakunya itu, saya mendatangi sekolah (SMP) yang sekarang dimasuki untuk mengklarifikasi. Maksudnya, agar tidak diulangi kembali,a�? katanya.

Sumenah menambahkan, dirinya mencari mantan siswanya tersebut bukan karena membenci atau memarahi. Namun, niatnya agar mantan siswanya tersebut menjadi anak yang lebih baik.

a�?Karena saya ingin anak-anak ini bermoral, punya etika, dan masa depan yang baik,a�? tandasnya. (ewi/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka