Ketik disini

Metropolis

Kekerasan Terhadap Anak Masih Terjadi

Bagikan

MATARAMa��Intimidasi yang dilakukan pada anak-anak masih kerap terjadi di Kota Mataram. Baik itu kekerasan yang sifatnya fisik sampai psikis. Bentuknya dari kekerasan fisik hingga pelecehan seksual.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram Dewi Mardiana Ariany, menyesalkan masih berlangsungnya kekerasan terhadap anak. Dari laporan yang ia terima, kekerasan fisik pada anak ini sangat mengkhawatirkan. Bahkan, acap kali menimbulkan trauma, mental bagi anak. Karena itu, pihaknya terus mengampanyekan upaya stop kekerasan pada anak.

a�?Anak-anak harus gembira, anak-anak harus senang,a�? tegasnya.

Kampanye ini diharapkan dapat memotivasi anak-anak bisa masuk dalam dunianya yang penuh dengan kegembiraan dan kebahagiaan. Bukan malah dibayang-bayangi oleh intimidasi dan kekerasan fisik, hingga membuat trauma berkepanjangan.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Mereka generasi yang harus disayangi dan diayomi,a�? terangnya.

Bagaimanapun, anak-anak adalah tunas bangsa. Tumbuh kembang mereka harus baik dan maksimal. Jika fisik dan psikis mereka dihadapkan pada situasi yang justru membuat jadi takut dan minder, maka sudah pasti itu akan berdampak pada pertumbuhan bangsa ke depan.

Negara akan diisi oleh generasi-generasi yang penakut dan mideran. Pada akhirnya itu akan berimbas pada kemajuan peradaban negara.

a�?Karena itu, saya mengajak masyarakat kalau menemui ada kekerasan pada anak-anak, maka segera laporkan pada kami,a�? harapnya.

Pihaknya siap memberikan perlindungan hingga advokasi bagi anak. Agar mereka bisa segera terlepas dari segala bentuk kekerasan. Baik itu kekerasan pada fisik atau seksual.

a�?Sengaja menelantarkan anak, itu termasuk juga masuk kekerasan ekonomi,a�? tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pembina Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Nyayu Enawati, mencatat kekerasan pada anak masih relatif tinggi. Sepanjang tahun 2017 tercatat ada 18 kasus yang ditangani LPA.

a�?Seperti kekerasan seksual, penelantaran, kekerasan fisik,a�? terang Nyayu.

Ia berharap pemerintah kota lebih aktif turun ke lapangan memberikan perlindungan pada anak-anak. Menyiapkan program pencegahan, agar anak-anak kota bisa terbebas dari segala bentuk intimidasi yang merusak tumbuh kembangnya.

a�?Pemkot tentu harus lebih proaktif dalam menjamin hak-hak anak dan melindungi mereka,a�? tandasnya.

Sementara Jumat (25/8) kemarin, Pemkot secara khusus menggelar peringatan Hari Anak Kota Mataram. Walau momentum Hari Anak sudah diperingati di Provinsi Riau, tetapi peringatan ini kembali diulang, untuk menyambut ulang tahun kota, yang jatuh pada tanggal 31 Agustus nanti. (zad/r3)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka