Ketik disini

Praya

Loteng Akan Terapkan Parkir Berlangganan

Bagikan

PRAYA-Pemkab A�Lombok Tengah (Loteng) terus berupaya mencegah kebocoran pungutan retribusi parkir. Pola pungutan saat ini dirasa belum efektif.

a�?Sehingga solusi lainnya, kita akan siapkan parkir berlangganan. Kami akan berkoordinasi dengan Samsat UPPD Praya,a�? kata Kepala Dishub Loteng Supardan, kemarin (25/8).

Bentuknya, terang Supardan kendaraan yang bernomor polisi Loteng akan dikenai biaya tahunan. Nominal itu akan dipungut setiap kali membayar pajak, di UPTB Unit Pelayanan Pajak Daerah (UPPD) Praya atau unit Samsat. Menurut rencana ditarik sebesar Rp 10 ribu untuk motor dan Rp 20 ribu mobil.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”105″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Jumlah motor di Gumi Tatas Tuhu Trasna sendiri, kata mantan Kabag Umum Setda Loteng tersebut mencapai 350 ribu unit. Sedangkan, mobil 4 ribu unit.

a�?Dengan begitu, kita bisa menggaji para juru parkir. Tidak lagi, dengan pembagian hasil seperti saat ini. Mohon dukungannya,a�? seru Supardan.

Ia mengatakan, total juru parkir yang bekerja di 42 titik areal parkir, sebanyak 70 orang. Mereka dilengkapi seragam parkir dan perlengkapan lainnya. Untuk motor dikenai biaya parkir sebesar Rp 1.000 dan mobil Rp 2.000. a�?Kalau parkir berlangganan, kita pasang stiker di setiap kendaraan,a�? katanya.

Yang tidak terpasang stiker, lanjutnya maka tetap dikenai biaya parkir. Program semacam itu, dapat meminimalisir dan menekan kebocoran retribusi parkir. a�?Alhamdulilllah, pihak UPPD Praya sudah setuju. Tinggal kita siapkan regulasinya saja,a�? kata Supardan.

Secara teknis, tambah Supardan akan dijelaskan melalui regulasi, yang akan digodok di dewan. Termasuk, urusan pendidikan dan pelatihan para juru parkir. Lokasi percontohannya di areal parkir pusat pertokoan Praya. a�?Tahun ini pun, kita manergetkan retribusi dari parkir sebesar Rp 340 juta,a�? katanya.

Namun, tekan Supardan jika parkir berlangganan beroperasi di tahun 2018 mendatang, maka retribusi bisa menembus angka miliaran rupiah. a�?Kami pun akan memberi saksi tegas, jika ada yang memarkir secara liar,a�? kata Sekretaris Dishub Lalu Ahmad Sauki, terpisah.(dss/r2)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka