Ketik disini

Kriminal

Brimob Gadungan Diduga Cabuli Warga Sesaot

Bagikan

MATARAM-Hanya berbekal pengakuan sebagai anggota Brimob, Herman, 35 tahun, berhasil memperdayai HW (inisial, Red). Perempuan asal Desa Sesaot, Kecamatan Narmada, Lombok Barat (Lobar) ini mendapat perlakuan tindak asusila dari pelaku.

Menurut keterangan polisi, penangkapan pelaku berawal dari laporan korban pada Minggu (20/8). Dalam laporannya, korban diketahui telah menjalin hubungan asmara dengan pelaku asal Desa Mantang, Kecamatan Mantang, Lombok Tengah (Loteng).

Hubungan asmara dengan korban, dimanfaatkan pelaku dengan mengajak HW menginap di salah satu hotel di Desa Suranadi, Lobar. Di sini, pelaku mengajak korban untuk berhubungan intim dengan cara memaksa. Untuk memuluskan aksinya, pelaku mengancam korban dengan mengaku sebagai anggota Brimob.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Setelah hasratnya tersalurkan pelaku langsung kabur dan meninggalkan korban di dalam kamar. Dia juga membawa satu unit telepon genggam milik korban.

a�?Setelah itu pelaku kabur ke Sumbawa,a�? kata Kapolres Mataram AKBP Muhammad, kemarin (28/8).

Korban yang tidak terima dengan perbuatan pelaku, melapor ke polisi. Laporan itu ditindaklanjuti tim melakukan koordinasi dengan anggota yang bertugas di Sumbawa.

a�?Tim langsung melakukan pencarian dan berhasil menangkap pelaku pada Sabtu kemarin, di rumah orang tuanya, Desa Brore, Sumbawa,a�? ujarnya.

Muhammad mengatakan, perbuatan pelaku masuk dalam kategori pencabulan dan pemerkosaan. Dugaan ini menguat berdasarkan barang bukti yang diamankan petugas, yakni pakaian korban saat menginap bersama Herman.

a�?Ada bercak darah dan sperma.,a�? ungkap Muhammad.

Menindaklanjuti barang bukti tersebut, Polres Mataram telah melakuka visum terhadap korban. Hanya saja, hasilnya belum keluar hingga kemarin. Karena itu, polisi belum menetapkan Herman sebagai tersangka atas dugaan pemerkosaan dan pencabulan ini.

a�?Tunggu hasil visum keluar, baru kita tetapkan sebagai tersangka,a�? kata dia.

Sementara itu, Herman mengaku jika ia ke Sumbawa bukan dengan niat melarikan diri. Perginya ia ke Sumbawa karena ingin mencari uang tambahan, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

a�?Istri saya sudah tahu dan diminta tanggung jawab, karena itu saya cari modal untuk itu,a�? dalihnya.

Atas perbuatan yang dilakukannya, Herman terancam hukuman maksimal 7 tahun penjara. ini sesuai dengan Pasal 258 KUHP.(dit/r2)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka