Ketik disini

Kriminal

Dikepung Polisi, Maling Sembunyi Dalam Kardus

Bagikan

MATARAM-Yadi, 22 tahun, kepergok membobol sebuah toko ritel modern di Jalan Sriwijaya, Kota Mataram, kemarin (28/8). Konyolnya, sebelum tertangkap polisi, pemuda asal Jempong Baru ini sempat bersembunyi di balik tumpukan kardus bekas.

Aksinya tersebut dilakukan ketika polisi mengepung tempat kejadian perkara, sekitar pukul 05.00 Wita pagi. Pelaku yang sadar dirinya tidak memiliki jalan keluar, memilih untuk bersembunyi di dalam toko.

Aksi bersembunyi Yadi, tentu saja dengan mudah diketahui polisi. Petugas memergoki pelaku karena nafas yang bersangkutan terdengar sangat keras.

“Awalnya gak kelihatan, tapi kita dengar nafasnya. Dari sana baru ketahuan kalau dia sembunyi di balik kardus,” kata Kanitreskrim Polsek Cakranegara Iptu I Gusti Lanang, kemarin (28/8).

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Setelah menemukan pelaku, polisi langsung mengamankannya ke Polsek Cakranegara. Petugas turut menyita barang bukti yang akan diambil pelaku, yakni 46 slop rokok berbagai merek dan satu unit monitor LCD untuk CCTV.

Gusti Lanang mengatakan, modus pencurian dilakukan Yadi dengan lebih dulu mencongkel terali jendela atas. Setelah berhasil masuk melalui lantai II, pelaku turun dan menggasak isi toko.

Ketika mencongkel terali, aksi Yudi rupanya terdengar warga yang berada tepat di samping toko. Karena curiga, dia langsung menelepon anggota piket Polsek Cakranegara.

“Jadi petugas datang saat pelaku masih berada di dalam,” ujarnya.

Kepada polisi, Yadi mengaku tidak beraksi sendirian. Dia diantar temannya, dengan inisial HM, dengan menggunakan motor menuju toko tersebut. Nantinya, sekitar pukul 04.00 Wita, HM akan menjemput Yadi di TKP. Namun rencana pencurian tersebut tidak berjalan lancar, karena Yadi lebih dulu diciduk polisi.

Gusti Lanang mengatakan, rekan pelaku sudah masuk dalam daftar pencarian orang. Dia diduga turut membantu aksi pencurian yang dilakukan Yadi.

“Aksinya berdua. Temannya itu cuma antar saja, nanti dijemput lagi sekitar pukul 04.00 Wita,” beber Gusti Lanang.

Sementara itu, Yadi mengaku sebelum mencuri, dia lebih dulu melakukan survei lokasi. Caranya, satu hari sebelum beraksi, Yadi berbelanja di toko tersebut untuk melihat keamanan toko.

“Sehari saja saya survei,” aku dia.

Puluhan slop rokok yang sempat ia ambil, rencananya akan dijual kembali. Hasil penjualan itu, kata Yadi, nantinya akan digunakan untuk membayar utangnya sekitar Rp 500 ribu.

“Rencana mau dijual lagi, untuk bayar utang,” kata Yadi yang sempat masuk bui pada 2011 silam.

Atas perbuatannya, Yadi diancam hukuman penjara maksimal selama 7 tahun. Ini sesuai dengan sangkaan pada Pasal 363 ayat 1 ke-4 dan ke-5 KUHP.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys