Ketik disini

Bima - Dompu

Petahana Dilarang Pakai ADD untuk Kampanye

Bagikan

BIMA–Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri meminta para kepala desa (Kades) mulai menentukan sikap. Permintaan itu dikhususkan pada para kades yang berakhir masa jabatannya pada tahun 2019 mendatang.

Bupati mengaku, sekitar 44 desa sudah dipastikan akan menggelar pilkades serentak tahun depan. Namun, ada sekitar 66 desa yang akhir masa jabatanya di tahun 2019 awal.

“Kades yang berakhir masa jabatan tahun 2019 harus bisa menentukan sikap. Apa mau mengikuti pilkades serentak tahun 2018 atau menunggu di tahun 2020,” ujarnya saat memberikan sambutan pada acara Evaluasi dan Monitoring Penerimaan PBB P2 di SMAN 2 Kota Bima, kemarin (28/8).

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”579″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Dijelaskan, sesuai aturan yang ada, pilkades serentak tidak bisa digelar setiap tahun. Artinya, harus ada jeda waktu selama dua tahun. Dari 191 desa yang ada di Kabupaten Bima berati dibagi tiga kali pemilihan.

”Pilkades serentak pertama kali digelar pada tahun 2016. Kemudian akan digelar tahun 2018 danA� 2020,” paparnya.

Dinda berharap, kepala desa yang akan kembali bertarung pada pemilihan kepala desa bisa menjaga diri. Terutama tidak memanfaatkan anggaran A�Alokasi Dana Desa (ADD) sebagai modal politik.

”Jadi kades harus hati-hati. Jangan menyalahgunakan kewenangan yang bisa menghancurkan nama baik sendiri,” pungkasnya. (dam/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka