Ketik disini

Kriminal

BKPIM Lembar Gagalkan Penyelundupan Koral

Bagikan

MATARAM-Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) wilayah kerja Lembar, menggagalkan penyelundupan koral sebanyak 10 koli. Dari penyelundupan ini, negara dirugikan hingga Rp 400 juta.

Kepala BKIPM Mataram Muhlin mengatakan, pengungkapan penyelundupan ini berawal dari kecurigaan petugas. Saat itu, sekitar 15 kilometer dari Pelabuhan Lembar, petugas melihat mobil pikap menurunkan barang berupa karung besar di pinggir jalan.

Melihat itu, petugas yang curiga sempat melakukan pemantauan untuk mengetahui pemilik barang. Setelah dua jam menunggu, datang seseorang dengan inisial AA, yang menghampiri mobil pikap tersebut.

Rupanya, AA disuruh pemilik barang untuk mencari truk dan membawa koral menuju Bali. a�?Pemilik barang berdomisili di Sumbawa. Dia menyuruh AA mencari truk untuk mengangkut barangnya,a�? kata Muhlin, kemarin (29/8).

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Selanjutnya petugas melakukan koordinasi dengan KP3 Lembar dan BKSDA untuk melihat isi karung tersebut. Benar saja, setelah dibuka petugas menemukan komoditi perikanan berupa karang.

Setelah dilakukan penghitungan, jumlah karang yang akan diselundupkan sebanyak 605 potong. Ditempatkan di dalam 10 paket.

a�?Dari berbagai jenis, tapi semuanya masuk dalam pengawasan BKSDA,a�? ujarnya.

Dijelaskannya, koral yang hendak diselundupkan tersebut memiliki nilai jual yang tinggi. Di dalam negeri harga 10 koli bisa mencapai Rp 120 juta. Sementara jika diekspor hingga ke luar negeri, harganya melonjak menjadi lebih dari Rp 400 juta.

a�?Kalau di Bali itu Rp 120 juta. Untuk ekspor biasanya negara tujuannya ke Cina, itu bisa lebih Rp 400 juta,a�? beber dia.

Sementara itu, Kepala BKSDA NTB Widada mengatakan, penyelundupan tersebut kini telah ditangani Penyidik PNS Bidang Penegakan Hukum (Gakkum) BKSDA NTB). a�?Masih kita dalami lagi,a�? kata dia, kemarin.

Widada mengatakan, koral tersebut berasal dari Sumbawa dan rencananya akan dikirim menuju Bali. Namun dalam pengirimannya, komoditas perikanan ini tidak disertai dengan Surat Angkut Tumbuhan Satwa-Dalam Negeri (STAS-DN).

Bukan itu saja, ratusan koral tersebut masuk dalam daftar Apendiks II. Artinya, daftar spesies yang terancam punah bila terus diperdagangkan tanpa adanya pengawasan yang ketat.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka