Ketik disini

Metropolis

Cerita Para Penggali Kuburan China

Bagikan

MATARAM-Proses pemakaman warga keturunan Tionghoa yang ada di Lombok diurus oleh organisasi Bhakti Mulya. Itu sudah dilakukan organisasi ini sejak berpuluh-puluh tahun.

Untuk mencari tahu dengan persis prosesnya, Lombok Post pun mengumpulkan informasi dari para penggali kuburan china yang sudah puluhan tahun dipercaya Bhakti Mulya. Mereka adalah H Rudi, Chincong, dan Nuraksi. Masing-masing tukang ini memiliki kelompok sendiri. Jadi, untuk membuat mereka bisa bekerja sama dan tidak berebut pekerjaan, mereka sepakat bergiliran mengambil job.

Pekerjaannya yang mereka lakukan sebenarnya adalah menggali lubang. Setelah lubang digali di tempat yang sudah ditentukan, mereka kemudian memasang bangunan kuburan. Kemudian mengikuti proses pemakaman sampai finishing, yakni memasang hiasan makam.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Ketuanya bernama Kok Lai,a�? terang Nuraksi.

Di bawah Kok Lai, Nuraksi mengenal nama Yonk Koang. Yonk Koanglah yang kemudian membagi tugas kepada pengurus pencari lahan pemakaman dan pembuat peti, yakni Chipong dan Atok.

Chipong mengurus persoalan registrasi dan lahan, Atok mengurus masalah peti dan pemakaian baju untuk jenazah. a�?Biasanya yang menghubungi saya untuk menggali kuburan itu Chipong ini,a�? jelas Nuraksi.

Ditemui di rumah duka, Chipong yang baru saja mengurus administrasi salah satu jenazah mengatakan, ia tidak terlalu tahu soal pengurus yang ada di Bhakti Mulya. Dirinya hanya sebagai pengurus persoalan administrasi, membantu persoalan lapangan, dan kendala-kendala teknis lain di rumah duka. Seperti listrik mati, toilet rusak, dan kendala teknis lainnya.

Chipong mengatakan, jika ada warga Tionghoa yang meninggal dunia, maka pihak keluarga akan melakukan registrasi ke Bhakti Mulya. Setelah itu, pengurus pemakaman di Bhakti Mulya akan meminta pengurus pencari lahan pemakaman untuk menemani keluarga jenazah memilih tempat pemakaman.

a�?Tidak tentu, mana lebih dulu yang dilakukan keluarga jenazah. Apakah menyiapkan lahan, atau peti, bisa jadi dua-duanya, bisa jadi salah satu yang duluan,a�? jelas Chipong.

Menurut Chipong, Kok Lai sendiri yang sebagai ketua organisasi Bakti Mulya terkadang langsung turun ke lapangan jika keluarga atau kerabat dekatnya yang meninggal dunia. a�?Terkadang beliau juga langsung menelepon penjaga rumah duka,a�? terang Chipong.

a�?Di Bhakti Mulya ada enam marga, yakni, Hokkian, Hakka, Kwang Siu, Toen Hong, dan Paguyuban Tionghoa Praya,a�? tambah Chipong.

Chipong juga membenarkan jika dirinya selalu terlibat membantu keluarga mencari lahan dan menelepon petugas penggali kubur sesuai giliran. Ia juga menjelaskan kalau lahan di pemakaman Tionghoa ada kelas-kelasnya. Kelas tersebut terdiri dari, VIP, kelas 1, kelas 2, dan kelas 3. a�?Saat ini yang sudah habis adalah kelas 2,a�? ujarnya.

Ditanya lebih jauh soal harga dan rincian proses pemakaman Tionghoa, Chipong tidak berani angkat bicara. a�?Kalau itu pengurus yang lebih tahu,a�? jelasnya.

Terpisah, Muhammad Yunus pengurus rumah duka mengaku sudah bekerja puluhan tahun. Tugasnya adalah menyiapkan segala kebutuhan jenazah dan keluarga di rumah duka. Hal itu berupa ruangan, kursi, meja, lilin, air, dan semua perlengkapan yang dibutuhkan di rumah duka.

a�?Kalau kotor saya menyapu. Kalau ada yang mendadak datang, saya siap sedia menyiapkan semuanya,a�? jelas Yunus.

Yunus juga mengatakan kalau biaya satu malam di rumah duka berkisar 650 ribu rupiah per malam. Registrasi, diurus oleh Chipong. Proses yang dilakukan di rumah duka ini bermacam-macam. Mulai dari sembahyangan hingga tradisi-tradisi lainnya.

Hadijah, istri Yunus juga ikut berkomentar. Ia mengatakan, selama jenazah di rumah duka, keluarga menyiapkan kotak amal untuk para peziarah yang datang. Di hadapan jenazah, terdapat lilin yang selalu menyala, semangkuk nasi dengan sumpit, dan lampu-lampu lampion yang digantung.

Keluarga menjaga semuanya tetap ada selama jenazah berada di rumah duka. Yunus dan Hadijah bertugas untuk menyediakan semua kebutuhan keluarga. Termasuk menjaga kebersihan. (cr-tih/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka