Ketik disini

Headline Metropolis

JCH NTB yang Wafat Bertambah

Bagikan

MAKKAH-Seluruh Jamaah Calon Haji (JCH) asal NTB saat ini telah berada di Arafah untuk melaksanakan ibadah wukuf pada 9 Zulhijjah 1438 H, bertepatan dengan 31 Agustus 2017. Proses pemberangkatan JCH berjalan lancar. Para jamaah diberangkatkan secara bertahap dengan dibantu panitia.

Sebelum berangkat, para JCH diberikan pengarahan terkait barang bawaan dan pengecekan kesehatan.

Ketua Tim Pembimbing Haji Indonesia Kloter 10 LOP Dr H Muhammad Taufiq menegaskan, selama perjalanan seluruh JCH diberikan paket air terdiri atas saos, kecap, kopi, teh, gula, dan gelas. JCH juga disediakan kemah berukuran besar yang memiliki pendingin ruangan yang pertamakali diberikan pada 2017 ini.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Begitu juga di Musdalifah, JCH khusus Indonesia disediakan tenda berwarna biru,a�? kata Muhammad Taufiq kepada Lombok Post di Makkah, kemarin (30/8).

Untuk keselamatan dan kelancaran ibadah, ia mengimbau JCH asal Lombok untuk tidak meninggalkan hotel sejak sehari sebelum pemberangkatan. Bahkan, JCH juga diberikan pengarahan langsung oleh Kepala Sektor 3 TPHI sekaligus doa bersama. Kegiatan itu berlangsung di Musala Hotel Barakat Burhan, pemondokan 308 kawasan Masbahjin.

Taufiq menjelaskan, Kloter 10 JCH Lombok diberangkatkan menggunakan bus berkapasitas 65 orang pada pukul 13.30 waktu setempat. Seluruh JCH juga diminta membawa pakaian secukupnya, obat-obatan, serta persediaan makanan. Sebab, katering untuk JCH diberikan pada malam hari menjelang wukuf.

a�?Yang terpenting itu harus menjaga kesehatan. Data kami tidak ada lagi JCH yang hilang,a�? katanya.

Pantauan Lombok Post, JCH dari berbagai penjuru dunia sudah mulai bergerak ke Arafah sejak malam. Mereka berjalan serentak dari sejumlah pemondokan di wilayah Masbahjin. Bus pengangkut JCH pun mulai berdatangan dan memadati kawasan yang berdekatan dengan masjid Al-Haram.

Sementara para JCH asal Indonesia terus memadati pusat perbelanjaan. Mereka membeli berbagai keperluan seperti payung, kacamata hitam, gunting untuk tahallul, dan lainnya. Taufiq optimistis seluruh JCH Kloter 10 asal NTB dapat menjalankan ibadah haji hingga tuntas.

Usai wukuf di Arafah, JCH akan mabit di Muzdalifah untuk selanjutnya berangkat ke Mina untuk melempar Jumroh. Jika biasanya JCH mengambil kerikil di Muzdalifah, kali ini pemerintah Arab Saudi sudah menyediakan 100 kerikir dalam kantong warna hijau. Dengan begitu, JCH tidak perlu lagi memungut kerikil lagi.

Meski begitu, masih ada saja JCH yang menyiapkan batu sendiri sehingga membuat panitia ekstra ketat mengontrol JCH agar ibadahnya lebih khusuk. Hal lain yang diimbau agar JCH tidak membawa sisa kerikilnya pulang ke tanah air.

a�?Memang ada yang kami dapati sudah menyiapkan kerikil sendiri. Malah ada yang bawa batu berukuran besar,a�? papar Taufiq.

Sementara itu, Plh Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kementerian Agama (Kemenag) NTB H Sirojuddin mengatakan, sejak pagi kemarin jamaah sudah diarahkan ke Arafah untuk wukuf. Karena semua JCH dari berbagai penjuru dunia akan berkumpul di sana, kemudian JCH harus mengikuti prosesi ibadah haji dengan berjalan menuju Muzdalifah sebelum melontar jumrah, maka ia berharap para jamaah menyiapkan kondisi fisik yang prima.

Hingga saat ini, jumlah JCH yang meninggal dunia asal NTB sebanyak enam orang, ada tambahan tiga orang dari data sebelumnya. Mereka yang meninggal adalah Juruh Arya Banjar Getas asal Desa Mantang, Lombok Tengah, meninggal pada tanggal 27 Agustus dengan riwayat penyakit jantung atau Cardiovascular Diseases.A� Kemudian Muhdin Muhrim Raodah dari Desa Mantan, Kecamatan Praya, Lombok Tengah meninggal 27 Agustus, dengan riwayat penyakit Respiratory DiseasesA� atau gangguan pernapasan, dan Abdullah Bongko Ntilu asal Desa Oa��o Barat, Dompu A�meninggal 25 Agustus dengan riwayat penyakit jantung atau Cardiovascular Diseases.

a�?Tiga orang ini semuanya sakit di pemodokan dan dibawa ke rumah sakit, dan di sana meninggal dunia,a�? katanya.

Diberitakan sebelumnya, tiga orang jamaah haji asal NTB juga meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji. Mereka adalah Marhan Bahrudin Abidin asal Desa Batuyang, KecamatanA� Pringgabaya, Lombok Timur,A� Usman Islamil Note dari Desa Mangge, Kecamatan Sape Kabupaten Bima, dan Rusdin Umar Muhammad asal Desa Terara, Kecamatan Terara Lombok Timur.

Kepada keluarga yang ditinggalkan, Sirojuddin berharap mereka bisa bersabar dan menerima dengan ikhlas anggota keluarganya yang meninggal di Arab Saudi. Sebab para JCH sudah berusaha melakukan perjalanan untuk melaksanakan ibadah haji. Hal itu tentu saja memiliki makna mendalam bagi seorang umat Islam. a�?Dengan keikhlasan itu semoga diganjar dengan pahala oleh Allah SWT,a�? katanya.

Ia menambahkan, sampai saat ini belum ada laporan berapa jumlah jamaah yang dirawat di rumah sakit, tapi mereka yang mendapat perawatan biasa setiap hari selalu ada. Apakah hanya sekedar cek kesehatan dan sebagainya. Pihaknya baru dilaporkan bila kondisi JCH benar-benar kritis. (tan/ili/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys