Ketik disini

Metropolis

Surat Cinta untuk Wali Kota Mataram

Bagikan

MATARAM-Sebagai rangkaian dari kegiatan Hari Anak Nasional, sekaligus menyambut HUT Kota Mataram yang ke-24, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Mataram mengadakan kegiatan lomba dari tingkat SD sampai SMA.

Lomba yang digelar mulai dari mewarnai massal tingkat SD, menulis surat untuk Wali Kota Mataram tingkat SMP/MTS, dan Lomba Flashmob tingkat SMA.

Di temui di kantor DP3A, Siswi MTSN 1 Mataram, Hilyatul Aulia IL Fajri, Witari Salsabila, Bq Nasywa Nisrina A, didampingi oleh pembinanya, Hj Suratnim. Mereka meraih juara lomba menulis surat untuk Wali Kota Mataram.

Dan kemarin, Hilyatul berkunjung untuk memperlihatkan suratnya secara langsung kepada Hj Dewi Mardiana Ariany, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Mataram.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Hilyatul mengaku bahagia karena terpilih sebagai juara. Adapun surat yang ditulis berisi persoalan-persoalan yang dihadapi anak di lingkungan sekolah dan rumahnya. Hal ini sesuai dengan tema yang diusung. Yakni, Perlindungan Anak Dimulai dari Keluarga.

Di dalam surat “cintanya”, Aulia meminta kepada Wali Kota Mataram untuk menghapus program Bina Lingkungan (BL). Selain itu, dengan tegas, Aulia meminta kepada Wali Kota Mataram untuk menindaklanjuti tindak kekerasan yang dilakukan guru di sekolah.

Terakhir, permintaan Aulia dalam surat itu adalah meninjau kembali para pedagang di dekat sekolah yang masih saja menjual rokok secara diam-diam ke Siswa.

Sedangkan Witari Salsabila yang merupakan juara III dalam lomba ini mengatakan, dalam suratnya ia meminta Wali Kota Mataram dengan harapan agar tidak ada lagi kekerasan terhadap anak yang terjadi di sekitar lingkungan sekolah, atau pun tempat tinggalnya. a�?Karena saya sudah melihat guru yang masih memukul siswanya,a�? kata Witari.

Hj Dewi sendiri mengatakan lomba menulis surat untuk Wali Kota Mataram ini pada dasarnya diadakan agar anak-anak bisa mengeluarkan inspirasi mereka A�tentang Kota Layak Anak. Sehingga dengan itu, anak-anak menjadi sadar akan pentingnya Kota Layak Anak.

“Anak-anak harus tahu apa itu Kota Layak Anak. Dengan itu, kita bisa menciptakan generasi Emas untuk NTB, anak sebagai tongkat estapet penting untuk diperhatikan,a�? kata Hj Dewi.

Menutup pertemuan tersebut, Hj Dewi mengatakan surat-surat yang ditulis oleh anak ini merupakan Kado terindah untuk HUT Kota Mataram. Oleh karena itu ia berharap anak-anak yang mendapatkan juara ini bisa terus menulis. a�?Siapa tahu, anak-anak kita ini bisa meraih nobel nantinya,a�? pungkas Hj Dewi. (cr-tih/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka